Pabrik di Cikupa Tangerang Ekspor Makanan dan Minuman ke Palestina Direktur: Perdagangan Tetap Berjalan

By
2 Min Read

PT. Mayora Indah Tbk yang berlokasi di desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang mengekspor makanan dan minuman ke 15 Negara diantaranya Palestina, Arab Saudi, Bharain, UAE, Kuwait, Mesir, Madagaskar, Afrika Selatan, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Bangladesh, Armenia, dan Australia pada Selasa, (5/11/2024).

Pelepasan 15 kontener ekspor yang diinisiasikan oleh Mayora Grup itu mengaku sudah mengirim produksinya kemancanegara sebanyak 400 ribu kali. Namun, pada kesempatan ini perusahaan makanan ringan dan minuman itu kembali menjual produknya berskala besar dengan nilai ekspor Rp.15,7 Miliar.

Presiden Direktur, Mayora Grup Andre Sukendra mengatakan dalam pengiriman ekspor barang makanan ini yang paling berpotensi menimbulkan kekhawatiran dikarenakan adanya konflik antara Palestina dan Israel yang sudah banyak memakan korban jiwa.

Meskipun keadaan di Palestina tidak aman, Andre menyebut perdangan makanan dan minuman masih tetap berjalan.

“Walaupun disana keadaan lagi tidak aman, perdagangan tetap berjalan, konsumen juga tetap konsumsi, rekan kerja kita di Palestina juga melakukan transaksi berjulan,” kata Presiden Direktur Mayora Grup, Andre Sukendra kepada wartawan di Cikupa.

Andre mengatakan, pada ekspor Ke 15 negara ini bisa menghasilkan nilai ekonomis 1 juta US Dolar jika ditotal rupiah mencapai Rp.15,7 Miliar.

Dalam hal ini, produk makanan dan minuman di Indonesia ini diharapkan bisa menjadi makanan favorit di 15 Negara sehingga kedepannya produk anak bangsa ini bisa menjadi konsumsi setiap.

“Dalam pengiriman ke mancanegara Mayora Grup mengirim ekspor seperti Kopi, Biskuit, Air mineral dan Makanan ringan,” paparnya.

Disisilainnya, Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan menurutnya daya jual produk Mayora sangat diminati di Negara tetangga, sehingga tidak mempengaruhi daya jualnya.

“Tadi menurut pak Andri tidak masalah, tetap pada ngopi kok di (Palestina),” ujarnya.

Budi mengatakan, pada dasarnya barang Indonesia di ekspor ke Palestina berpotensi adanya gangguan. Namun keberuntungan Mayora mengekspor Ke Palestina itu banyak peminat lantaran tidak ada barang makanan dan minuman yang masuk ke Palestina.

“Apa lagi kalau kita tidak ada barang pasti kita lebih mudah masuk lagi. Yaa pokonya kita siap ekspor kemana aja apapun kondisinya, kondisi ekonomi, politik dan kita bisa beradaptasi,” paparnya. (Rez)

Share This Article