Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan kemarahannya atas kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri di wilayah Tangsel. Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi sedikit pun terhadap pelaku, terutama jika melibatkan tenaga pendidik.
“Saya hadir ke sini untuk menguatkan dan memberikan pengarahan kepada sekolah dan jajaran guru. Saya sudah koordinasi juga dengan Kapolres, semuanya lagi ditempuh proses hukum. Tapi kalo ada hukuman yang terberat, saya minta itu yang dilakukan,” kata Benyamin usai mengunjungi SDN Rawabuntu 01, Kamis (22/1/2026).
Benyamin menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis secara intensif dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dengan menggandeng himpunan psikologi dari sejumlah perguruan tinggi di Tangsel.
“Langkah-langkah juga sudah dilakukan, Dinas Pendidikan sudah mengumpulkan pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada penanganan korban dan proses hukum, Pemkot Tangsel juga memperketat sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Benyamin memastikan pemasangan kamera pengawas (CCTV) akan dilakukan di seluruh sekolah negeri, mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
“Saya sudah mintakan ke Kominfo dan itu dilakukan sesegera mungkin. Jadi nanti satu sekolah berapa tergantung kebutuhan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik akan ditindak tegas sesuai kewenangan pemerintah daerah, tanpa mengganggu proses hukum yang tengah berjalan.
“Pelakunya dihukum itu pasti. Dan untuk gurunya, saya berikan sanksi yang berat termasuk penonaktifan,” tutup Benyamin.

