Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan dan kehidupan sosial, khususnya bagi siswa. Internet dan perangkat digital kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas belajar, komunikasi, dan hiburan. Kemudahan dalam mengakses informasi memberikan peluang besar bagi siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi tanpa pemahaman yang memadai juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Oleh karena itu, literasi digital dasar menjadi hal yang sangat penting untuk membekali siswa dengan kemampuan berinternet secara etis dan memanfaatkan teknologi secara bijak.
Literasi digital dasar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, seperti komputer, gawai, atau aplikasi digital. Lebih dari itu, literasi digital mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang diperoleh dari internet secara kritis dan bertanggung jawab. Siswa yang memiliki literasi digital yang baik akan mampu membedakan informasi yang valid dan tidak valid, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif yang beredar di dunia maya.
Etika berinternet merupakan salah satu aspek penting dalam literasi digital. Etika berinternet atau netiket mengatur bagaimana seseorang bersikap dan berinteraksi di ruang digital. Dalam lingkungan internet yang terbuka dan bebas, siswa perlu memahami bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batasan yang harus dihormati. Sikap sopan, saling menghargai, serta tidak merugikan orang lain menjadi prinsip utama dalam berkomunikasi secara daring.
Kurangnya pemahaman mengenai etika berinternet dapat memicu berbagai permasalahan, seperti penyebaran ujaran kebencian, komentar kasar, hingga tindakan perundungan daring atau cyberbullying. Cyberbullying sering kali terjadi melalui media sosial, forum online, atau aplikasi pesan instan, dan dapat memberikan dampak negatif yang serius terhadap kondisi psikologis siswa. Oleh karena itu, edukasi mengenai etika berinternet sangat penting untuk mencegah perilaku tersebut serta menciptakan lingkungan digital yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna.
Selain etika berinternet, pemanfaatan teknologi secara positif juga menjadi fokus utama dalam literasi digital bagi siswa. Teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, seperti mencari referensi materi pelajaran, mengikuti kelas daring, serta mengembangkan kreativitas melalui berbagai platform edukatif. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa dalam mengembangkan potensi diri secara optimal.
Namun, pemanfaatan teknologi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan gawai, menurunnya interaksi sosial secara langsung, serta berkurangnya fokus belajar. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali dengan kemampuan mengatur waktu penggunaan teknologi serta memahami tujuan penggunaan teknologi tersebut. Literasi digital membantu siswa untuk menggunakan teknologi secara seimbang antara kebutuhan akademik dan aktivitas hiburan.
Peran sekolah dan pendidik sangat penting dalam menanamkan literasi digital dasar kepada siswa. Sekolah dapat mengintegrasikan materi literasi digital dalam proses pembelajaran, baik melalui mata pelajaran tertentu maupun kegiatan ekstrakurikuler. Guru berperan sebagai pembimbing yang tidak hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan kedisiplinan dalam berinternet.
Selain sekolah, peran keluarga juga tidak kalah penting dalam membentuk kebiasaan berinternet yang sehat bagi siswa. Orang tua diharapkan dapat memberikan pengawasan, arahan, serta contoh penggunaan teknologi yang bijak di lingkungan keluarga. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga akan memperkuat pemahaman siswa mengenai literasi digital dan mencegah penyalahgunaan teknologi.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa juga dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi digital di kalangan siswa. Melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan diskusi interaktif, mahasiswa dapat memberikan pemahaman mengenai etika berinternet, bahaya konten negatif, serta cara memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang produktif. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan meningkatnya literasi digital dasar, siswa diharapkan mampu menjadi pengguna internet yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab. Pemahaman mengenai etika berinternet akan membantu siswa dalam menjaga sikap dan perilaku di dunia maya, sedangkan kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif akan mendukung proses belajar dan pengembangan diri. Literasi digital bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter siswa di era digital.
Pada akhirnya, literasi digital dasar menjadi kunci penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di era digital. Dengan pemahaman yang baik mengenai etika berinternet dan pemanfaatan teknologi, siswa tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meraih prestasi, membangun karakter positif, serta berkontribusi secara konstruktif bagi masyarakat dan bangsa.
Penulis:
Ulandari, Aisyah Shevilla,Rezandy Anang Maulana.

