Universitas Pamulang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan Program Edukasi Mengapa Pendidikan Anak Sangat Penting Untuk Masa Depan, yang berlangsung pada pukul 13.00 – 15.00 WIB, beralamat di JI. Raya Puspitek, Gg. Masjid Rt017/Rw04 Kec. Setu, Kel. Setu, Kota Tangerang Selatan. PKM ini dibimbing oleh Dosen Bapak Muhammad Gandung S.E.,M.M yang diketuai oleh Mahasiswa Ido Agil juga beranggotakan Novita Fitriyani dan Ferry Hermawansyah. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Pemerintahan Desa/Kelurahan Bapak Abdul Rozak.
Pendidikan anak merupakan elemen fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Anak sebagai generasi penerus bangsa berada pada fase krusial pembentukan karakter, pola pikir, serta kemampuan dasar yang akan menentukan kualitas kehidupannya di masa depan. Oleh karena itu, pendidikan anak tidak dapat dipandang sebagai proses formal semata, melainkan sebagai investasi strategis yang berdampak jangka panjang bagi individu, masyarakat, dan negara.
Di tengah perkembangan globalisasi dan digitalisasi yang semakin pesat, tantangan yang dihadapi anak kian kompleks. Anak dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kecakapan berpikir kritis, literasi digital, kreativitas, serta karakter yang kuat. Tanpa pendidikan yang memadai, anak berpotensi mengalami keterbatasan dalam mengembangkan potensi dirinya dan kesulitan beradaptasi dengan perubahan sosial maupun tuntutan dunia kerja di masa depan.
Pendidikan anak yang berkualitas berperan penting dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Dari sisi kognitif, pendidikan membantu anak membangun kemampuan berpikir logis, analitis, dan reflektif. Dari sisi afektif, pendidikan berfungsi menanamkan nilai-nilai moral, sikap, serta kepribadian yang positif. Sementara itu, dari aspek psikomotorik, pendidikan melatih keterampilan, kreativitas, dan kemampuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan pendidikan yang holistik ini menjadi kunci dalam membentuk individu yang utuh dan siap menghadapi tantangan zaman.
Selain berdampak pada individu, pendidikan anak juga memiliki implikasi luas terhadap pembangunan bangsa. Berbagai kajian menunjukkan bahwa investasi pendidikan, khususnya pada usia dini, memiliki tingkat pengembalian yang tinggi. Anak yang memperoleh pendidikan berkualitas cenderung memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik, peluang kerja yang lebih luas, serta kontribusi sosial yang lebih positif. Dengan ini, pendidikan anak tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan individu, tetapi juga berperan dalam menekan kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Peran keluarga, khususnya orang tua, sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang membentuk kebiasaan, nilai, dan karakter dasar anak. Keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar, memberikan dukungan emosional, serta menjadi teladan perilaku akan meningkatkan motivasi belajar dan perkembangan anak secara optimal. Pendidikan yang efektif tercipta ketika terdapat kesinambungan antara nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan di sekolah.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan potensi akademik dan nonakademik anak. Kualitas guru, kurikulum, serta metode pembelajaran yang digunakan sangat memengaruhi hasil pendidikan. Pembelajaran yang inovatif, partisipatif, dan kontekstual akan mendorong anak untuk aktif belajar, berpikir kritis, serta mengembangkan kreativitasnya. Selain itu, lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung akan menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi perkembangan anak.
Di era digital, pendidikan anak juga dihadapkan pada tantangan pemanfaatan teknologi. Teknologi informasi memberikan akses luas terhadap pengetahuan, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti kecanduan gawai dan paparan konten yang tidak sesuai. Oleh karena itu, pendidikan anak perlu dibarengi dengan penguatan literasi digital, agar anak mampu menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Peran orang tua dan pendidik menjadi sangat penting dalam membimbing anak menghadapi realitas digital tersebut.
Pemerintah memiliki peran strategis dalam menjamin terpenuhinya hak anak atas pendidikan yang bermutu. Kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pemerataan akses, peningkatan kualitas pendidik, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman merupakan langkah penting dalam mendukung pendidikan anak. Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi prasyarat utama terciptanya sistem pendidikan yang berkelanjutan.

