Banjir kembali melanda Kampung Cibarani, Desa Cibarani, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cilempang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Luapan sungai dipicu tingginya intensitas curah hujan serta kondisi aliran Sungai Cilempang yang mengalami pendangkalan. Akibatnya, saat hujan deras mengguyur wilayah hulu hingga hilir, air sungai meluap dan merendam permukiman warga serta akses jalan.
Hujan deras diketahui mengguyur wilayah Cisata dan sekitarnya sejak Kamis (5/3/2026) hingga Jumat (6/3/2026) pagi.
Salah seorang warga Kampung Cibarani, Aulia, mengatakan banjir kali ini kembali terjadi setelah hujan turun tanpa henti sejak kemarin. Namun, menurutnya, ketinggian air tidak sebesar banjir sebelumnya.
“Banjir kali ini tidak sebesar kemarin. Air sempat naik, tapi sekarang hanya sampai pekarangan rumah dan merendam akses jalan,” kata Aulia kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).
Ia juga menyebut hujan masih mengguyur wilayah tersebut hingga siang hari.
“Kalau anak-anak sih senang saja ada banjir, bisa berenang. Tapi memang banjir luapan Sungai Cilempang kali ini tidak begitu besar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibarani Cecep mengatakan banjir kerap terjadi saat hujan deras karena kondisi Sungai Cilempang yang telah mengalami pendangkalan.
“Setiap kali hujan deras, Sungai Cilempang meluap. Karena memang aliran sungai sudah mengalami pendangkalan,” kata Cecep.
Ia menambahkan, pendangkalan tersebut membuat kapasitas sungai berkurang sehingga air mudah meluap dan merendam permukiman warga serta akses jalan.
“Semoga saja banjir cepat surut,” pungkasnya.
Sementara pihak BPBD-PK Kabupaten Pandeglang hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan terkait musibah banjir yang melanda beberapa wilayah tersebut. (Den)

