Ikan Mas Sinyonya dari Pandeglang Tembus Pasar Internasional

By
2 Min Read

 

Ikan Mas Sinyonya hasil budidaya warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, berhasil menembus pasar internasional. Ikan endemik dari kawasan kaki Gunung Karang itu kini diminati sebagai ikan hias di sejumlah negara.

Ikan Mas Sinyonya dikenal memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan ikan mas pada umumnya. Ikan ini memiliki mata yang sipit hingga hampir tidak terlihat serta warna tubuh kuning keemasan yang menjadi daya tarik tersendiri.

Selain dijadikan ikan hias, ikan tersebut juga memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Untuk ikan berukuran besar, harganya bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram.

Sementara untuk pasar internasional, benih ikan Mas Sinyonya berukuran sekitar 5 sentimeter atau seukuran jari kelingking dijual dengan harga sekitar 1 dolar Amerika Serikat per ekor.

Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Wahyu Kusnadiharja mengatakan permintaan ikan Mas Sinyonya saat ini datang dari berbagai negara.

“Permintaan ikan Sinyonya saat ini datang dari Jepang, Arab Saudi, Timor Leste, Malaysia hingga Vietnam,” kata Wahyu kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, pengiriman ke Vietnam bahkan sudah mencapai sekitar 5.000 ekor.

“Untuk ukuran sekitar 5 sentimeter atau seukuran jari kelingking harganya sekitar satu dolar per ekor,” ujarnya.

Wahyu berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun swasta, dapat terus mendorong pengembangan budidaya ikan Mas Sinyonya.

Ia juga berharap potensi tersebut dapat dikembangkan bersamaan dengan wisata Bukit Sinyonya sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

“Harapannya budidaya ikan ini terus berkembang sekaligus mendukung potensi wisata Bukit Sinyonya agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Den)

Share This Article