Lebaran selalu menjadi momen pulang kampung yang penuh harapan, namun bagi banyak orang biaya perjalanan kerap menjadi tantangan.
Tahun ini, ribuan warga mendapat angin segar, AirNav Indonesia memfasilitasi 4000 pemudik untuk pulang ke kampung halaman dengan kereta api gratis.
Dari Stasiun Pasar Senen, gelombang penumpang berangkat menuju Yogyakarta, Semarang, Malang, hingga Surabaya, membawa cerita tentang mudik yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau.
Program ini menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL) dan ditujukan untuk membantu masyarakat pulang kampung merayakan Idul Fitri 1447 H dengan moda transportasi yang aman dan terjangkau.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, Azizatun Azhimah, menjelaskan bahwa pemberangkatan dilakukan serentak dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Minggu (15/3/2026).
“Hari ini, 2960 pemudik kita berangkatkan untuk mudik ke kampung halaman. Kemudian 1040 lagi kita fasilitasi untuk kepulangan pada tanggal 29 Maret 2026,” kata Azizatun.
Rute yang dibuka meliputi Jakarta-Yogyakarta, Semarang, Malang, dan Surabaya dengan kereta ekonomi premium. Untuk tujuan Yogyakarta, tersedia dua pilihan yakni KA Bogowonto (Pasar Senen-Lempuyangan) dan KA Senja Utama (Pasar Senen-Tugu).
Sementara itu, KA Tawang Jaya Premium melayani rute Semarang, KA Majapahit untuk Malang, dan KA Jayakarta menuju Surabaya. Adapun kepulangan hanya dibuka dari Surabaya (Stasiun Gubeng) ke Jakarta (Pasar Senen) pada 29 Maret.
Azizatun menambahkan, antusiasme masyarakat menjadi alasan peningkatan kuota tiket dari 3000 pada 2025 menjadi 4000 di tahun ini.
“Karena antusiasme dan apresiasi masyarakat yang cukup tinggi terhadap AirNav Indonesia, tahun ini jumlahnya kami tambah 1000 tiket lagi. Insya Allah, nilai kebermanfaatan dan keberkahannya, baik untuk masyarakat maupun perusahaan juga bertambah,” ujarnya.
Fokus pada Keselamatan
Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo, menambahkan bahwa pemilihan kereta api bukan tanpa alasan.
“Ketimbang mereka harus naik sepeda motor ke kampung halamannya, tentunya mudik naik kereta api akan jauh lebih aman. Selain itu juga bebas macet dan yang pasti nyaman. Untuk waktu perjalanan juga jauh lebih terprediksi,” jelasnya.
Selain mendukung kelancaran mudik, AirNav juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penerbangan selama periode Lebaran, seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara liar, hingga bird strike.
“Seluruh personel operasional juga diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur serta koordinasi antar unit untuk menjaga keselamatan penerbangan,” tandas Nurcahyo. (Rmt)

