Di balik riuhnya arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), ada ratusan petugas Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) yang bekerja tanpa henti memastikan setiap pesawat dapat lepas landas dan mendarat dengan aman.
General Manager Kantor Cabang Utama JATSC, Widodo, menggambarkan bagaimana para petugas di lapangan menjadi garda terdepan.
“Mereka bekerja dalam shift yang ketat, rata-rata dua jam, lalu bergantian agar tetap fokus. Saat trafik melonjak, rekan-rekan lain langsung turun tangan untuk backup. Sudah kami atur jumlahnya,” ujar Widodo saat dijumpai di Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (18/3/2026).
Di ruang kendali, suasana penuh konsentrasi. Petugas tower memantau pergerakan pesawat dari jendela kaca tinggi, sementara tim ACC (Area Control Center) sibuk di balik layar radar, memastikan lalu lintas udara tetap aman.
“Secara personil, SDM ada standar sudah disiapkan, tapi dikala posisinya seperti angkutan lebaran ini, kita melakukan penambahan,” kata Widodo.
“Penambahan dalam artian mereka harus standby, dikala mereka dinas, terutama dinas-dinas siang, dinas malam itu ditambah (personelnya), karena memang antisipasi kemampuan dengan lonjakan trafik,” jelasnya.
Berdasarkan data proyeksi Angkasa Pura Indonesia, hari ini menjadi puncak arus mudik angkutan lebaran 2026 melalui Bandara Soetta.
Akan ada sebanyak 1.232 penerbangan (611 keberangkatan, 621 kedatangan) dengan 184.754 penumpang (103.889 berangkat, 80.865 tiba) di Bandara Soetta.
Terminal 2 domestik menjadi yang tersibuk dengan 364 penerbangan dan 51.498 penumpang, disusul Terminal 1 dengan 307 penerbangan. Angka ini menunjukkan betapa padatnya arus mudik yang harus dikendalikan oleh para petugas.
Antisipasi dan Koordinasi
Widodo menegaskan bahwa kesiapan tidak hanya soal jumlah personel, tetapi juga koordinasi lintas instansi atau stakeholder.
Seperti BMKG memberikan update cuaca setiap 30 menit, sementara sistem komunikasi dan radar dipastikan dalam kondisi prima.
“Kalau ada potensi overcapacity, kami bisa lakukan delay departure atau ground stop. Semua demi keselamatan,” jelasnya.
Meski publik jarang melihat wajah mereka, para petugas JATSC adalah sosok yang memastikan mudik berjalan lancar.
Mereka bekerja di balik layar, mengorbankan waktu bersama keluarga demi ribuan keluarga lain yang ingin berkumpul di kampung halaman. (Rmt)

