Persediaan darah di seluruh Unit Pengelola Darah (UPD) Palang Merah Indonesia wilayah Provinsi Banten dilaporkan dalam kondisi darurat akibat penurunan signifikan stok. Kondisi ini terjadi pada semua golongan darah, mulai dari A, B, O hingga AB. Bahkan, sejumlah unit dilaporkan telah kehabisan stok.
Petugas PMI Banten, Wati, mengungkapkan bahwa tingginya kebutuhan darah setiap hari tidak sebanding dengan jumlah pendonor yang datang.
“Untuk masyarakat se-Provinsi Banten, ayo mendonorkan darah. Saat ini stok darah di UDD PMI kabupaten/kota se-Provinsi Banten sedang kosong, sementara permintaan sangat tinggi,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena darah merupakan kebutuhan vital dalam berbagai penanganan medis, mulai dari keadaan darurat, operasi, hingga terapi penyakit tertentu di rumah sakit.
PMI Banten pun menyerukan gerakan donor darah secara massal dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemanusiaan ini. Warga diimbau segera mendatangi kantor PMI di masing-masing kabupaten/kota untuk mendonorkan darah demi menjaga ketersediaan stok.
Donor darah dinilai sebagai aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar. Selain membantu menyelamatkan nyawa pasien, kegiatan ini juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.
Melalui partisipasi luas masyarakat, diharapkan ketersediaan darah di wilayah Banten dapat segera pulih dan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan secara optimal.

