HUT ke-394 Kabupaten Tangerang Diwarnai Aksi Mahasiswa, Sempat Terjadi Adu Fisik

By
3 Min Read

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang diwarnai aksi unjuk rasa lima mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tangerang Raya (Untara), Selasa (13/10/2026). Aksi yang berlangsung setelah Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang itu berujung insiden fisik saat mahasiswa berupaya menyampaikan aspirasi kepada kepala daerah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para mahasiswa mengangkat sejumlah isu, mulai dari persoalan transportasi jalan, anggaran pengelolaan sampah, hingga penggunaan bahu jalan untuk parkir liar truk.

Mahasiswa berupaya menemui Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang tengah meninggalkan gedung DPRD. Mereka bermaksud menyerahkan selebaran berisi tuntutan dan aspirasi pada momentum hari jadi Kabupaten Tangerang.

” Nah itu bupati, saya mau ngasih selembaran ini doang,” ujar salah satu mahasiswa, Farhan.

Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Sebelum berhasil menyerahkan selebaran, seorang mahasiswa dilaporkan terdorong hingga terjatuh dalam posisi terlentang.

Aparat yang berada di lokasi, termasuk personel Satpol PP, polisi, petugas keamanan, dan ajudan bupati, kemudian mengarahkan Maesyal menuju gedung bupati.

Tiga Mahasiswa Digiring Keluar Gedung DPRD

Situasi semakin tegang setelah aksi berlangsung. Tiga mahasiswa BEM Untara terlihat digiring aparat keamanan keluar dari gedung DPRD Kabupaten Tangerang.

Sejumlah aparat terdengar meminta mahasiswa diamankan. Dalam proses tersebut, terjadi tindakan fisik berupa pemitingan terhadap mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa yang dipiting terdengar meminta agar persoalan diselesaikan secara damai.

“Sudah, kita damai Pak, kita damai Pak, sudah,” ujar mahasiswa tersebut.

Farhan mengatakan, aksi mereka bukan untuk mencari keributan, melainkan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

“Saya di sini tidak mencari kekerasan. Saya tahu caranya komparatif,” kata Farhan setelah digiring keluar gedung DPRD.

Mahasiswa Sampaikan Kritik kepada Gubernur Banten

Setelah gagal menemui Bupati Tangerang, sejumlah mahasiswa berupaya menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Banten Andra Soni yang juga menghadiri rangkaian peringatan HUT Kabupaten Tangerang.

Tiga mahasiswa terlihat mendekati dan mengejar Andra Soni untuk menyampaikan tuntutan terkait persoalan kemiskinan, pengelolaan sampah, serta keadilan fiskal daerah menjelang usia 500 tahun Provinsi Banten.

“Kami menuntut pengentasan kemiskinan yang nyata. Kami menuntut pengelolaan sampah yang benar-benar menuju zero open dumping, bukan pembiaran TPA yang mencemari lingkungan,” ujar Farhan.

Di tengah situasi tersebut, Andra Soni terlihat mengarahkan agar mahasiswa tidak mengalami kekerasan. Petugas Satpol PP dan polisi kemudian mengamankan situasi serta mengarahkan gubernur meninggalkan lokasi.

Aksi tersebut berlangsung di tengah peringatan hari jadi Kabupaten Tangerang yang dihadiri jajaran pemerintah daerah dan tamu undangan.

Hingga berita ini dirilis, Tangerangonline.id belum memperoleh keterangan dari pihak terkait mengenai alasan tindakan fisik terhadap mahasiswa maupun tanggapan resmi pemerintah daerah atas tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. (Rez)

Share This Article