Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi langsung bergerak cepat memimpin upaya penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto Kamis (15/10/26) di Istana Negara, Jakarta.
Kepala BNPB memulai langkah operasional dengan turun langsung ke daerah terdampak untuk memastikan penanganan berjalan efektif, pada Minggu (18/1026).
Kepala BNPB bertolak menuju Palembang bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan sejumlah pejabat BNPB. Rombongan ini melihat dan mengevaluasi kondisi terkini karhutla, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan kebutuhan penanganan di daerah dapat segera dipenuhi.
“Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengevaluasi kondisi di lapangan, tapi juga mengidentifikasi kebutuhan daerah agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, termasuk melalui dukungan personel, teknologi, dan operasi udara.
Dalam operasi taktis tersebut, Kepala BNPB didampingi Kepala BMKG untuk memperkuat analisis kondisi cuaca dan persebaran titik panas (hotspot), termasuk mendukung evaluasi efektivitas OMC. Sejumlah pejabat BNPB turut mendampingi, yakni Direktur Penanganan Pengungsi dan Pemulihan Reintegrasi (PRR), Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat (Kordalops), serta Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (PusdatinKK).
Rombongan bertolak dari Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, menggunakan pesawat CN-295 VIP pada pukul 11.00 WIB. Setibanya di Palembang, Kepala BNPB memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Satuan Tugas (Satgas) Daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, unsur TNI/Polri, dan BPBD setempat di Lanud Sri Mulyono Herlambang sekitar pukul 13.30 WIB siang.
Rapat koordinasi tersebut berfokus pada evaluasi pemantauan titik panas, efektivitas operasi pemadaman darat dan udara, termasuk water bombing dan OMC, serta penguatan komando lintas sektor pada wilayah yang menjadi prioritas penanganan. Melalui koordinasi ini, setiap unsur diharapkan dapat bergerak secara terpadu dengan dukungan data dan informasi terkini.
Pada sore hari, pukul 15.00 WIB, Kepala BNPB bersama rombongan meninjau lokasi karhutla secara langsung. Peninjauan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter patroli di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta melalui jalur darat di kawasan Talang Jambi. Kegiatan ini bertujuan melihat kondisi wilayah terdampak sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.
Kehadiran Kepala BNPB di Sumatera Selatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kendali operasi dan memastikan penanganan karhutla berjalan berdasarkan kondisi aktual serta kebutuhan daerah. Dukungan pemerintah pusat akan terus diselaraskan dengan langkah pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar upaya pengendalian kebakaran dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Usai rangkaian rapat koordinasi dan peninjauan lapangan, Kepala BNPB beserta rombongan kembali ke Jakarta pada Minggu malam.(rls/MRZ)

