Akses pembiayaan berbasis emas dengan prinsip syariah semakin dekat dengan masyarakat Kota Tangerang. Amani Bank berkolaborasi dengan Amani Emas melalui pembukaan gerai Amani Emas di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, pada Sabtu (17/10/2026).
Gerai tersebut tidak hanya melayani transaksi jual beli emas, tetapi juga menjadi titik akses bagi masyarakat yang ingin memperoleh pembiayaan gadai emas dari Amani Bank. Plafon pembiayaan yang ditawarkan mencapai Rp250 juta per nasabah.
Direktur Utama Amani Bank, Endro Yuniaryo, menjelaskan bahwa Amani Bank dan Amani Emas merupakan dua perusahaan berbeda yang berada di bawah Sistem Amani. Keduanya memiliki peran yang saling mendukung dalam menghadirkan layanan transaksi emas dan pembiayaan kepada masyarakat.
Amani Bank berfokus pada kegiatan perbankan dan penyediaan produk pembiayaan. Sementara itu, Amani Emas menyediakan layanan transaksi emas melalui jaringan gerai yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses fasilitas pembiayaan dari Amani Bank.
Menurut Endro, kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan layanan pembiayaan tanpa harus membuka kantor cabang bank di setiap wilayah.
“Dengan kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat melalui gerai Amani Emas. Jadi, masyarakat bisa mengakses layanan gadai emas dengan lebih mudah tanpa harus selalu datang ke kantor bank,” ujar Endro.
Ia menambahkan, pemanfaatan jaringan gerai Amani Emas diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan berbasis emas, terutama bagi mereka yang membutuhkan alternatif pendanaan untuk berbagai keperluan.
Transparansi Pemeriksaan Emas Jadi Perhatian
CEO PT Amani Emas Indonesia, Rendy Saputra, mengatakan bahwa gerai Amani Emas dikembangkan untuk menggabungkan layanan jual beli emas dengan akses pembiayaan gadai emas.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian perusahaan adalah transparansi dalam pemeriksaan kadar dan berat emas. Informasi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan nilai emas yang akan digunakan sebagai agunan pembiayaan.
“Toko buyback modern ini, insyaallah karatnya tidak dikurangi. Bisa cek kadar dan harganya, bisa diberikan harga yang terbaik. Yang berbeda dengan toko lain, di sini juga bisa gadai,” kata Rendy seusai pembukaan gerai.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengetahui hasil pemeriksaan emas sekaligus memperoleh informasi mengenai opsi pembiayaan yang tersedia.
Adapun layanan gadai emas yang ditawarkan menggunakan mekanisme dan akad syariah sesuai ketentuan produk. Biaya layanan atau ujrah mengikuti skema yang ditetapkan dalam produk pembiayaan tersebut.
Dalam pemaparan produk saat pembukaan gerai, biaya titip atau ujrah disebut sebesar 2 persen per bulan dari nilai emas yang dititipkan. Sementara itu, plafon pembiayaan ditetapkan maksimal Rp250 juta untuk setiap nasabah.
Besaran pembiayaan dan biaya yang dikenakan tetap perlu mengacu pada ketentuan serta perhitungan resmi yang berlaku pada produk terkait.
Pasar Lama Jadi Lokasi Gerai Perdana
Pemilihan kawasan Pasar Lama sebagai lokasi gerai perdana Amani Emas didasarkan pada karakter wilayah tersebut sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi di Kota Tangerang.
Rendy menuturkan, keberadaan gerai di kawasan perdagangan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses pendanaan, termasuk untuk mendukung kebutuhan modal usaha.
“Kami mendekat ke Pasar Lama ini arahnya ke situ, untuk permodalan dan seterusnya,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan emas sebagai aset yang dapat diagunkan, masyarakat memiliki alternatif untuk memperoleh pembiayaan tanpa harus menjual kepemilikan emasnya secara langsung. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut tetap perlu mempertimbangkan biaya, jangka waktu, serta kemampuan memenuhi kewajiban sesuai perjanjian.
Setelah membuka gerai di Pasar Lama, Amani Emas berencana memperluas jaringan layanan ke sejumlah wilayah lain. Langkah ini ditujukan untuk mendekatkan transaksi emas dan akses pembiayaan kepada masyarakat di lebih banyak lokasi.
Untuk mendukung operasional layanan gadai emas, perusahaan memperkirakan kebutuhan alokasi dana berkisar Rp2 miliar hingga Rp4 miliar untuk setiap gerai.
Di gerai Pasar Lama, Amani Emas menargetkan nilai transaksi sekitar Rp100 juta per hari, dengan perkiraan volume transaksi emas mencapai 30–40 gram.
Target tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan usaha perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan transaksi emas dan pembiayaan berbasis agunan emas.
Melalui kolaborasi Amani Bank dan Amani Emas, Sistem Amani berupaya mengintegrasikan layanan perbankan dengan jaringan gerai emas agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Kehadiran layanan ini sekaligus menambah alternatif pembiayaan berbasis emas dengan mekanisme syariah bagi masyarakat Kota Tangerang, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai salah satu opsi pendanaan usaha.

