BBKK Bandara Soetta Waspadai Migrasi Malaria Saat Libur Natal dan Tahun Baru

By
2 Min Read
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini. (tangerangonline.id).

Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memperketat pengawasan terhadap potensi penyebaran penyakit menular, khususnya malaria.

Pengawasan dilakukan melalui survei pada penerbangan domestik maupun internasional dengan mengaktifkan thermal scanner serta membuka posko kesehatan di setiap Terminal penumpang.

Kepala BBKK Bandara Soetta, Naning Nugrahini, menjelaskan langkah ini penting untuk mendeteksi kemungkinan migrasi malaria dari daerah endemik dengan kasus tinggi.

“Survei migrasi malaria dilakukan untuk memastikan penumpang yang datang dari wilayah endemik tidak membawa risiko penularan ke sini,” kata Naning di Bandara Soetta, Jumat (21/11/2025).

Selain pemeriksaan dengan thermal scanner, petugas juga melakukan pemeriksaan visual terhadap penumpang. Jika ditemukan indikasi lanjutan, pemeriksaan laboratorium akan dilakukan di fasilitas kesehatan milik BBKK Bandara Soetta.

Sedangkan untuk penerbangan internasional, Ethiopia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian khusus. Saat ini negara tersebut tengah menghadapi wabah virus Marburg, patogen mematikan dengan gejala mirip Ebola.

Faktor risiko penularan juga dipantau melalui aplikasi All Indonesia, yang wajib diisi oleh penumpang internasional sebelum tiba di Indonesia.

Data dari aplikasi tersebut akan dianalisis oleh petugas kesehatan, kemudian dikombinasikan dengan hasil thermal scanner dan pemeriksaan visual.

Naning Nugrahini menegaskan, kejujuran penumpang dalam mengisi formulir aplikasi All Indonesia sangat penting.

“Hal ini membantu mencegah penyebaran penyakit dari luar negeri agar tidak mewabah di Indonesia,” pungkasnya. (Rmt).

Share This Article