Mengenal Bullying Dan Dampaknya

By
2 Min Read

 

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih sering terjadi, khususnya di lingkungan pendidikan. Perilaku ini kerap dialami oleh anak dan remaja, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk verbal, sosial, hingga melalui media digital. Sayangnya, masih banyak pihak yang menganggap bullying sebagai hal biasa atau sekadar candaan, padahal dampaknya dapat sangat serius bagi korban.

Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang dengan tujuan menyakiti atau merendahkan orang lain yang dianggap lebih lemah. Ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban menjadi ciri utama dari tindakan bullying. Pelaku sering merasa memiliki kekuasaan, baik secara fisik, mental, maupun sosial, sehingga korban kesulitan untuk melawan atau membela diri.Dampak bullying sangat besar, terutama bagi korban. Korban bullying dapat mengalami tekanan psikologis seperti rasa takut, cemas, stres, dan kehilangan kepercayaan diri. Dalam jangka panjang, bullying dapat menyebabkan depresi, trauma, bahkan keinginan untuk menarik diri dari lingkungan sosial.

Tidak hanya korban, pelaku bullying juga dapat menerima dampak negatif. Pelaku yang terbiasa melakukan bullying cenderung memiliki empati yang rendah dan berisiko mengembangkan perilaku agresif di masa depan.Upaya pencegahan bullying dapat dilakukan melalui penanaman nilai empati, saling menghargai, dan toleransi sejak dini. Peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting dalam mengawasi serta membimbing anak agar tidak terlibat dalam perilaku bullying.

Dengan mengenal bullying dan dampaknya, diharapkan muncul kesadaran untuk bersama-sama mencegah dan menghentikan tindakan tersebut.

Penulis:Dhani Alpian Putra Wijanarko, Lupi Nuraini, Syifa Azzahra

Share This Article