RS Mandaya Royal Puri resmi meluncurkan Pusat Kanker Darah sebagai langkah strategis menghadirkan layanan komprehensif bagi pasien kanker darah, khususnya Limfoma dan multiple Myeloma.
Peluncuran ini diumumkan dalam acara health talk bertajuk “Terobosan Pengobatan Kanker Darah di Indonesia (Limfoma, Multiple Myeloma, & Leukemia)” di Kota Tangerang pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Pusat layanan ini menawarkan pendekatan terpadu mulai dari diagnosis, terapi, hingga perawatan lanjutan.
Didukung teknologi diagnostik modern seperti Digital PET/CT Scan dan flow cytometry, RS Mandaya menghadirkan pengobatan berstandar internasional.
Dalam acara tersebut, hadir dr. Toman T.J. Lumban Toruan, Sp.PD-KHOM, dan Prof. Tan Lip Kun dari National University Cancer Institute (NCIS) Singapore, Prof. Tan menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan menyampaikan apresiasinya atas fasilitas RS Mandaya.
“Mandaya berjuang keras menghadirkan pengobatan kanker darah secara lengkap, segera transplantasi sumsum tulang HSCT akan hadir di Indonesia. Saya sangat terkesan dengan fasilitas dan teknologi di RS Mandaya Royal Puri yang tidak kalah dengan RS saya, National University of Singapore,” ujarnya.
Pusat Kanker Darah RS Mandaya Royal Puri menangani berbagai jenis kanker darah, mulai dari limfoma Hodgkin dan Non–Hodgkin, multiple myeloma, hingga leukemia.
Salah satu layanan unggulan adalah Transplantasi Sel Punca Hematopoietik (HSCT), terapi yang menggantikan sumsum tulang rusak dengan sel punca sehat.
Untuk menunjang keberhasilan prosedur, RS Mandaya menyediakan ICIR/PICIR (immunocompromised room), ruang khusus bagi pasien dengan sistem imun rendah.
Selain itu, tersedia layanan irradiated blood transfusion untuk menekan risiko komplikasi serius seperti Transfusion-Associated Graft-Versus-Host Disease (TA-GvHD).
Public Relation Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto, menjelaskan bahwa pusat kanker darah ini telah menangani lebih dari 2.500 pasien kanker dengan tingkat keberhasilan hidup mencapai 80 persen.
“Salah satu kisah sukses datang dari Chef Esach, alumni MasterChef Season 2, yang berhasil melewati perjuangan melawan limfoma Hodgkin stadium 4 hingga dinyatakan bersih dari kanker,” ungkapnya.
RS Mandaya juga menjalin kerja sama dengan NCIS-NUH Singapore melalui diskusi kasus multidisiplin lintas negara. Dengan pendekatan ini, pasien memperoleh evaluasi komprehensif sekaligus kesempatan mendapatkan second opinion dari pakar internasional.
“Peluncuran Pusat Kanker Darah ini merupakan wujud komitmen RS Mandaya Royal Puri dalam menghadirkan layanan kanker yang komprehensif, presisi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” tambah Erwin.
Dengan fasilitas lengkap, teknologi mutakhir, dan tim dokter berpengalaman, RS Mandaya Royal Puri memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan kanker darah berstandar internasional di Indonesia. (Rmt)

