Kerusakan infrastruktur jalan akibat banjir melanda Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang sejak awal Januari 2026. Total tercatat 123 titik jalan mengalami kerusakan, dengan penanganan sementara dilakukan menggunakan paving block menjelang arus mudik Lebaran.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menyebut sekitar 50 titik jalan di wilayahnya terdampak genangan banjir dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari berlubang hingga rusak cukup parah.
“Hampir ada 50 titik jalan tersebar di hampir wilayah Kabupaten Tangerang. Tidak hanya berlubang, namun kondisinya rusak agak berat karena air,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, pendataan masih terus dilakukan di 27 kecamatan guna memastikan skala kerusakan secara menyeluruh. Ia menambahkan, faktor penyebab kerusakan tidak hanya banjir, tetapi juga kendaraan dengan muatan berlebih yang melintasi ruas jalan terdampak.
“Pertama karena banjir, kedua karena kendaraan yang muatannya berlebih melintasi jalan tersebut. Kalau kata ahli jalan, musuh jalan itu adalah air,” kata Iwan.
Perbaikan permanen direncanakan setelah kondisi cuaca ekstrem mereda dan banjir benar-benar surut, agar perjalanan masyarakat saat mudik Lebaran lebih aman dan nyaman.
“Nanti perbaikan jalan pascahujan ekstrem selesai, baru kita melakukan perbaikan-perbaikan. Kita ingin masyarakat saat mudik Lebaran nanti nyaman,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga mempercepat penanganan jalan berlubang di tengah musim penghujan. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, mengatakan langkah darurat dilakukan dengan material paving block sebagai solusi sementara menyesuaikan kondisi cuaca yang belum stabil.
Selama sebulan terakhir, penanganan telah dilakukan pada 72 ruas jalan yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangerang.
“Kami langsung bergerak cepat merespon keluhan masyarakat dengan melakukan penanganan jalan rusak dan berlubang di sejumlah wilayah. Sementara ini, kami melakukan penanganan yang bersifat sementara menggunakan material yang sesuai dengan kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir ini,” ujarnya. (Red)

