Sidang Pemantauan Akhir atau Penentuan Terakhir (Pantukhir) Pusat Penerimaan Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 menjadi tahapan penting dalam menjaring putra terbaik bangsa melalui proses seleksi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M Tonny Harjono, menghadiri Sidang Pantukhir Pusat Penerimaan Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Gedung Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.
“Sidang Pantukhir Pusat merupakan tahapan akhir dalam proses seleksi calon Taruna Akademi TNI setelah para peserta mengikuti rangkaian seleksi administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi, dan akademik,” terang Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dalam keterangannya, Kamis (30/7/26) di Jakarta.
Bagi TNI Angkatan Udara, kata Nyoman, proses tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon Taruna Akademi Angkatan Udara yang akan dibentuk menjadi perwira TNI AU profesional, berkarakter, dan adaptif dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Sidang juga dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dan perwira tinggi TNI lainnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, mengatakan, dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi menuntut TNI menyiapkan calon perwira yang mampu menghadapi tantangan peperangan modern.
“Sidang Pantukhir Pusat merupakan tahapan strategis yang akan menentukan kualitas perwira TNI pada masa depan. Karena itu, setiap penilaian harus dilakukan secara objektif, profesional, dan berintegritas,” ucap Panglima TNI.
“Keputusan yang kita ambil hari ini akan menentukan kualitas perwira TNI pada masa depan. Oleh karena itu, setiap penilaian harus dilandasi integritas, objektifitas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab kepada bangsa, negara serta institusi TNI,” tutup Panglima TNI.(rls/MRZ)

