APBD Tangsel 2027 Naik Rp300 Miliar, Benyamin Bidik Tembus Rp5 Triliun

By
4 Min Read

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2027 diproyeksikan mengalami peningkatan sekitar Rp300 miliar dibandingkan APBD murni 2026.

Dalam rancangan yang disampaikan Pemerintah Kota Tangsel, total APBD 2027 mencapai Rp4.960.189.127.214 atau hampir menyentuh Rp5 triliun.

Rancangan tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam rapat paripurna DPRD Tangsel dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2027, Kamis (10/9/2026).

Dari total APBD tersebut, pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp4.576.925.917.702. Sementara belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp4,96 triliun.

Benyamin mengatakan, penyampaian nota keuangan menjadi tahap awal sebelum rancangan APBD 2027 dibahas lebih lanjut bersama DPRD Tangsel.

“Ya alhamdulillah, paripurna hari ini saya menyampaikan nota keuangan untuk rencana APBD 2027 ya,” kata Benyamin kepada awak media di DPRD Tangsel.

Ia menyebut total belanja daerah yang dirancang pemerintah berada di kisaran Rp4,9 triliun.

“Tadi sudah saya sampaikan secara resmi dengan total anggaran kurang lebih Rp4,9 triliun total belanja daerah,” ujarnya.

Sedangkan pendapatan daerah diproyeksikan berada di angka sekitar Rp4,5 triliun.

“Kemudian juga rencana pendapatan daerahnya sebesar Rp4,5 triliun,” jelasnya.

Benyamin mengungkapkan, hampir seluruh kelompok belanja mengalami kenaikan dibandingkan APBD murni 2026. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pemerintah daerah.

“Semua belanja saya kira mengalami kenaikan ya, sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Kenaikan tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp300 miliar.

“Kenaikannya 300-an miliar ya,” ujarnya.

Dengan proyeksi tersebut, APBD Tangsel 2027 kini hanya berjarak sekitar Rp40 miliar dari angka Rp5 triliun.

Benyamin pun berharap nilai APBD dapat kembali bertambah setelah pembahasan perubahan anggaran dilakukan.

“Nanti mudah-mudahan dengan perubahan APBD 2027 kita bisa di atas 5 triliun,” ungkapnya.

Berdasarkan Nota Keuangan Raperda APBD 2027, Belanja Operasi menjadi pos dengan alokasi terbesar, yakni mencapai Rp3,747 triliun.

Anggaran tersebut terdiri atas Belanja Pegawai sebesar Rp1,873 triliun, Belanja Barang dan Jasa Rp1,737 triliun, serta Belanja Hibah Rp135,94 miliar.

Sementara Belanja Modal diproyeksikan mencapai Rp1,138 triliun.

Dari pos tersebut, alokasi terbesar diarahkan untuk Jalan, Jaringan dan Irigasi sebesar Rp641,54 miliar.

Kemudian Belanja Modal Gedung dan Bangunan mencapai Rp361,42 miliar, Peralatan dan Mesin Rp70,01 miliar, Tanah Rp38,52 miliar, Aset Tetap Lainnya Rp25,31 miliar, serta Aset Lainnya Rp1,2 miliar.

Pemkot Tangsel juga menyiapkan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp10 miliar dan Belanja Transfer sebesar Rp65 miliar.

Dalam penyusunan APBD 2027, Pemkot Tangsel juga memperhitungkan potensi adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

Benyamin mengatakan, kemungkinan munculnya sisa anggaran telah diprediksi dengan mempertimbangkan pengalaman pelaksanaan APBD sebelumnya.

“Itu memang sudah diprediksi,” kata Benyamin.

Salah satu faktor yang menjadi perhitungan adalah potensi pelampauan pendapatan selama tahun anggaran.

“Karena pelampauan pendapatan mencapai lebih dari 20 persen,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah turut memperhitungkan efisiensi dari proses tender serta kegiatan yang tidak seluruhnya menyerap anggaran.

“Kemudian sisanya efisiensi tender,” kata Benyamin.

Ia juga menyebut masih terdapat sejumlah kegiatan pada 2026 yang menyisakan anggaran.

“Dan ada beberapa kegiatan-kegiatan yang tersisa di 2026 ini,” jelasnya.

“Kita sudah prediksi seperti itu,” pungkasnya.

Share This Article