Pengamanan Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Selasa (13/10/2026), diwarnai kericuhan. Sejumlah mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi kepada Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid terlibat insiden fisik dengan petugas pengamanan.
Mahasiswa tersebut bermaksud menyerahkan sejumlah lembar kertas berisi hasil kajian dan kritik terhadap sejumlah persoalan di Kabupaten Tangerang. Namun, upaya mereka mendekati bupati terhalang petugas dan berujung keributan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, mahasiswa sempat dihalangi. Dalam insiden tersebut, terlihat tindakan fisik berupa pencekikan dan membanting mahasiswa hingga terjatuh.
Farhan, mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tangerang Raya (Untara), menyayangkan insiden tersebut. Ia mengatakan, mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi, termasuk mengenai transparansi anggaran perayaan hari jadi Kabupaten Tangerang.
“Saya sangat menyayangkan insiden itu, padahal anggaran HUT saja tidak transparan,” kata Farhan kepada Tangerangonline.id.
Lihat postingan ini di Instagram
Polisi Sebut Ada Kesalahpahaman
Kasat Intel Polresta Tangerang Kompol Johan Armando mengatakan, mahasiswa sebenarnya bermaksud menyampaikan kritik dan menyerahkan surat berisi hasil kajian untuk kemajuan Kabupaten Tangerang.
Menurut Johan, para mahasiswa ingin bertemu langsung dengan Bupati Tangerang untuk menyampaikan aspirasi mengenai kondisi dan pembangunan daerah.
Namun, ia menyebut terjadi kesalahpahaman antara mahasiswa dan petugas pengamanan. Kedatangan mahasiswa tanpa pemberitahuan sebelumnya disebut menjadi salah satu faktor yang memicu situasi tersebut.
“Intinya itu hanya kesalahpahaman saja. Itu kan tanpa pemberitahuan masuk, dan maksud keinginan mereka juga baik, hanya untuk menyampaikan surat kajian mereka,” ujar Johan.
Johan juga menegaskan bahwa kegiatan mahasiswa tersebut bukan aksi demonstrasi, melainkan upaya menyampaikan surat aspirasi kepada kepala daerah.
Wakil Ketua DPRD Belum Beri Tanggapan
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Astayudin belum memberikan tanggapan substantif mengenai kericuhan yang terjadi di lingkungan gedung DPRD.
Saat dimintai konfirmasi, Astayudin mengatakan dirinya sedang mengikuti rapat bersama Gubernur Banten dan Bupati Tangerang.
“Saya lagi rapat dulu dengan Gubernur dan Bupati,” ujarnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak DPRD mengenai insiden pengamanan tersebut maupun tanggapan resmi pemerintah daerah Kabupaten Tangerang terkait kritik dan aspirasi mahasiswa Untara. (Rez)

