PHRI Kabupaten Serang: Intruksi Gubernur Banten Cederai Kepercayaan Wisatawan

By
3 Min Read

Intruksi Gubernur (Ingub) menutup tempat wisata di Banten menuai kerugian dari banyak pihak. Hal itu dikatakan Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Doddy Faturohman kepada tangerangonline.id, Kamis (20/5/2021.

Menurut Doddy, selain secara materi hotel-hotel yang terdampak dari penutupan tempat wisata (15/5) lalu, merugikan karena mencederai kepercayaan pengunjung wisata pantai yang berada di Anyer, Kabaputen Serang.

“Secara materi tentunya ada kerugian, kalau disebut juga tidak ingin menyebut jumlahnya, cuma kerugian terbesar adalah dicederainya kepercayaan tamu terhadap kami. Kami sudah berpromosi mengundang mereka datang ketika hari H mereka malah disuruh balik lagi sama pemerintah, yang mana dari pusat itu buka sebenarnya,” kata Doddy.

Doddy menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten plin plan mengambil keputusan. Dia mengakui, satu minggu sebelum lebaran Idul Fitri Pemprov Banten hanya melarang mudik dan memperbolehkan berwisata.

Namun, karena terjadi lonjakan wisatawan Gubernur memberikan intruksi menutup tempat wisata.

Doddy menjelaskan, selama rapat koordinasi Pemprov Banten hanya membahas penyekatan terkait mudik bukan penyekatan wisata.

“Saya sebagai ketua PHRI di undang untuk koordinasi, selama koordinasi itukan bahasnya selalu mudik yang dilarang, wisata itu masih dibuka karena menteri pariwisata pun mempersilahkan bahkan sebelumnya juga wakil gubernur bilang wisata dibuka, komunikasinya 1 minggu sebelum liburan lebaran, malam itu tidak ada komunikasi sama sekali,” jelasnya.

Doddy yang juga GM Aston Anyer mengatakan, banyak tamu yang menuju hotel diputar kembali ketempat asalnya. Padahal menurutnya, tamu tersebut bukan wisatawan dari luar Banten.

“Iya jadi tidak ada persiapan untuk tamu yang sudah booking bahkan tamu kita banyak yang terlantar dijalan, sudah macet sampai ke hotel juga ngga bisa karena langsung disuruh pulang, putar balik,” katanya.

Kendati demikian, sebagai upaya mengembalikan kepercayaan pelanggan, pihaknya memastikan, hotel-hotel sepanjang Pantai Anyer telah menerapakan protokol kesehatan (prokes) sesuai intruksi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Kami tetap melakukan prokes, akan kembali melakukan promo promo untuk mengembalikan kepercayaan tamu,” ujarnya.

Dengan begitu, Doddy berharap, Pemprov Banten dan Pemkab Serang dapat bertanggung jawab, dan ikutserta membantu mempromosikan tempat wisata di Banten.

“Tamu yang sudah bayar kami kembalikan uangnya. Tapi kerugian materi mungkin bisa di maklumi, karena lebih besar kerugian secara inmaterial. Dimana banyak tamu kecewa, sudah booking jauh-jauh hari dengan membayar diawal, namun tiba-tiba di cegat di tengah jalan dan diminta kembali,” pungkasnya. (Smn)

Share This Article