PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tengah bersiap mengantisipasi lonjakan penumpang pesawat terbang pada periode angkutan lebaran 2022. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28-29 April 2022.
Executive General Manager KCU Bandara Soetta PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan sejumlah persiapan untuk mendukung pelayanan penumpang.
“Kami sudah melakukan beberapa persiapan, yang pertama kalkulasi dan penghitungan penumpang. Jadi kami masih pada konsep flexibility operation model dimana apabila jumlah penumpang menembus angka 150 ribu, maka kami operasikan Terminal 1B. Saat ini, Terminal 1B dalam posisi standby (bersiap),” kata Agus saat dijumpai di Terminal 2 Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (20/4/2022).
“Jadi soal kecukupan Terminal, InsyaAllah kita persiapkan. Angka prediksi kami untuk puncak arus lebaran ada di sekitar 160 ribu dan akan terjadi di tanggal 28 atau 29 April,” tambahnya.
Selain itu, untuk mendukung pergerakan atau perpindahan penumpang antar terminal, Kalayang atau Skytrain Bandara Soetta akan kembali dioperasikan selama periode angkutan lebaran 2022 atau mulai tanggal 25 April – 10 Mei 2022.
“Kemudian pada tanggal 25 April 2022 kami akan mengaktifkan skytrain, selama angkutan lebaran 2022 ini skytrain akan kita aktifkan untuk mendukung mobilitas Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3,” ujarnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan membentuk tim Posko Angkutan Lebaran 2022 untuk memudahkan pemantauan pergerakan penumpang.
“Secara umum persiapan angkutan lebaran sudah kami koordinasikan baik dengan kantor otban dan insya Allah kita dalam posisi bersiap mengingat prediski mudik tahun ini sangat luar biasa,” jelas Agus.
Berdasarkan survei Kemenhub, pemudik diperkirakan mencapai kurang lebih 85juta orang. Sebanyak 9,7juta orang diantaranya menggunakan moda transportasi udara.
“Kalau kita kalkulasi berdasarkan sebaran, kurang lebih 65 persen akan terbang dari Soekarno-Hatta jadi kurang lebih 6 juta orang,” kata Agus.
Dalam waktu dekat ini, Bandara Soetta juga akan mengaktifkan Gedung Transit Oriented Development (TOD) dan parkir sepeda motor M1.
“Kemudian tanggal 22 April rencananya mengaktifkan TOD M1 yang kemudian akan kami berlakukan sama seperti periode sebelum Covid-19. Sepeda motor tidak masuk ke dalam area Bandara tapi diparkirkan di TOD dan akses menuju ke dalam (kawasan Bandara Soetta) disediakan shuttle bus,” tutur Agus. (Rmt)

