Home Berita Sumpah Pemuda, PWI Tangsel Gelar Diskusi Pemimpin Melenial

Sumpah Pemuda, PWI Tangsel Gelar Diskusi Pemimpin Melenial

0

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangsel kembali menggelar diskusi yang bertajuk Tangsel Bicara. Kali ini mengusung tema ‘Milenials Need, Tangsel Future Leaders’.

Kegiatan yang digelar di Resto Kampoeng Anggrek, Buaran, Serpong Senin (28/10/2019) ini, menghadirkan tiga Bakal Calon (Bacalon) Walikota Tangsel sebagai narasumber yakni Fahd Pahdepie, Suhendar, dan Aldrin Ramadian.

Pantauan dilokasi, ketiga Bacalon ini diuji gagasanya oleh beberapa panelis yakni Djaka Badranaya selaku akademisi, Athari Fahrhani Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Tangerang, Chavcay Sarfullah Budayawan, Ahmad Jumaidi Ketua SMSI Tangsel dan perwakilan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tangsel Asep Solahudin.

Ketiga Bacalon dicecar sejumlah pertanyaan oleh para panelis untuk mengetahui seperti apa gagasan para Bacalon terkait persoalan kaum milenials yang ada di Kota Tangsel. Hal itu, mengingat diketahui jumlah pemilih milineals pada Pilkada 2020 nanti diperkirakan melebihi 60 persen.

Dalam kesempatan itu, Djaka Badranaya, menanyakan bagaimana para Bacalon tersebut menyelesaikan persiapan ketimpangan yang masih ada. Dimana di sisi lain wilayah Tangsel berkembang akibat adanya pembangunan besar dari beberapa perusahaan besar, sementara di sisi lain masih ada wilayah yang masih tertinggal.

Sementara perwakilan dari Permahi, Athari Fahrhani, mencecar para Bacalon dengan menanyakan bagaimana para para Bacalon tersebut mampu menempatkan ilmu, teknologi dan hukum menjadi landasan dan pembangunan untuk mewujudkan SDM pemuda yang berkualitas.

Ahmad Jumadi, yang mewakili insan pers mencecar para Bacalon mengenai kebijakan apa yang akan dilakukan untuk pemuda jika nantinya menjadi Walikota.

Menjawab pertanyaan itu, Suhendar mengatakan jika dirinya terpilih menjadi Walikota Tangsel, ia akan membangun kebijakan anggaran yang pro pemuda serta membuka akses seluas-luasnya untuk pemuda terlibat langsung dalam pembangunan di Kota Tangsel.

“Tentunya kami sudah memiliki program pembangunan kepemudaan. Dimana dalam pemrogram ini kami berupaya bagaimana integrasi lintas OPD di Tangsel ini memiliki tanggungjawab yang sama terhadap pemuda. Sehingga pembangunan pemuda di Tangsel ini tidak hanya menjadi tugas satu OPD saja, tetapi akan kami dorong kebijakan anggaran dimana tanggungjawab pembangunan pemuda menjadi tanggungjawab lintas OPD,” jelasnya.

Sementara Aldrin dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa dirinya sudah memikirkan mengenai pembangunan pemuda. Ia mengaku akan menyerap aspirasi para pemuda di Tangsel.

“Jadi saya akan lebih banyak mendengar ide dan gagasan anak-anak muda Tangsel. Karena kalau kita yang menawarkan gagasan dan ide belum tentu cocok dengan mereka dan jalannya, sehingga akan lebih banyak mendengar. dari gagasan dan ide mereka lah kami akan menyusun program-program kepemudaan, sehingga kerjasama antara pemerintah dengan pemuda akan berjalan seimbang dengan baik,” paparnya.

Sedangkan Fahd sendiri, ditanya mengenai kebijakan apa yang akan dibuatnya ketika menjadi Walikota, dirinya mengatakan telah menyusun 18 program. Beberapa diantaranya ialah program terkait pembangunan pemuda di Kota Tangsel yang diketahui memiliki populasi lebih besar.

“Seperti program muda berdaya, dalam program ini saya akan membuat pendidikan tambahan bagi pemuda yang memiliki keahlian khusus, sehingga kita tidak lagi berbicara menciptakan kelompok muda yang hanya memiliki jiwa wirausaha, tetapi juga memiliki kemampuan berdaya saing. Artinya kami akan menciptakan program kepemudaan agar menjadi pemuda yang memiliki daya saing yang kuat. Dengan kebijakan anggaran inilah kita susun program Muda Berdaya,” tukasnya.(Ban)