Home Berita Fraksi PKS DPRD: Jangan Dikotomi Islam dan Nasionalis

Fraksi PKS DPRD: Jangan Dikotomi Islam dan Nasionalis

0

Pernyataan Sukmawati Soekarno Putri terkait Nabi Muhammad SAW dan Soekarno tengah kontroversi di kalangan media sosial. Anggota Fraksi  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Tangerang, A.Syahril Baidilah, menilai kurang bijak pernyataan tersebut.

Menurut Syahril, jangan dikotomi antara Islam dan Nasionalis. Bung Karno lahir dari pendidikan Islam Hos Cokro Aminoto, maka dijuluki Nasionalis Islamis. Warna nasionalisnya lebih besar.

Di saat sama lahir M. Natsir dan Buya Hamka, ulama sekaligus negarawan, maka dijuluki Agamis nasionalis atau Ideologis Nasionalis. Porsi agamisnya lebih besar.

“Tapi itu semua lahir dari rahim yang sama, yaitu Islam, bersumber dari para guru mereka yang notabene ulama,” ujar A.Syahril, Minggu (17/11/2019).

Dikatakannya pernyataan tokoh harus memiliki latar belakang keilmuwan yang mumpuni. “Seharusnya kita semua sudah ‘khatam’ tentang Bhineka Tunggal Ika,” ungkapnya.

Syahril menyebut seharusnya mereka merujuk kepada 4 pilar bangsa sebagai perekat: Pancasia, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Dulu kita pernah diajarkan juga Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), dan Pendidikan Moral Pancasila (PMP),” ucap anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang.

Ketika di tanya pernyataan Sukmawati Soekarno Putri, lebih lanjut, Syahril menjawab  itu ranahnya MUI yang lebih berkompeten mengeluarkan fatwa. (Sam)