Home Berita Warga Minta Makam Pahlawan Tanah Merah Jadi Cagar Budaya Sepatan Timur

Warga Minta Makam Pahlawan Tanah Merah Jadi Cagar Budaya Sepatan Timur

0

Warga Tanah Merah, Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, bangga memiliki tiga makam pahlawan. Pasalnya, setiap Hari Kemerdekaan RI banyak yang ziarah. Warga pun berharap makam pahlawan tersebut menjadi cagar budaya Sepatan Timur.

Tiga makam pahlawan itu berada di Kampung Tanah Merah RT 05/04, Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Tiga makam itu merupakan makam pahlawan yang gugur akibat tertembak oleh pasukan Belanda tahun 1946. Tiga pahlawan yang gugur itu yakni Letnan Sutopo, Serma Sulaeman dan Serda Yusuf.

“Ketiganya tertembak saat bersembunyi di gorong-gorong. Pasukan belanda melintas dengan jumlah yang banyak saat itu, kemudian mengetahui tempat persembunyian ketiga pahlawan itu. Alhasil, ketiganya terbunuh,” tutur warga setempat, Wati, Minggu (17/11/2019).

Wati menyebutkan, jenazah pahlawan dimakamkan di Kampung Tanah Merah RT 05/04, Desa Tanah Merah, setelah warga merasa keamanan sudah stabil. Sehingga, kondisi jenazah para pahlawan sudah dalam kondisi membusuk saat dimakamkan.

“Zaman itu warga masih takut keluar rumah, masih hutan dan kondisi keamanan belum begitu kondusif,” katanya.

Senada dengan Wati, Yadih (61) warga setempat mengatakan, pemakaman ini rutin didatangi warga untuk berziarah dari Kota Tangerang. Selain itu, Pemerintah Kecamatan Sepatan Timur, Kecamatan Sepatan, Kepolisian Sektor Sepatan dan Koramil 10/Sepatan selalu menyelenggarakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI bersama warga setiap tahun.

Dia menyebutkan, jasad makam pada tahun 1990-an pernah akan dipindahkan ke Taman Pemakaman Pahlawan, Kota Tangerang. Namun warga melalui Kepala Desa Tanah Merah pada saat itu, menolak untuk dipindahkan.

“Pemakaman ini menjadi kebanggaan warga Desa Tanah Merah sampai saat ini,” kata Yadih.

Warga Tanah Merah dan pemerintah daerah membangun tugu monumen untuk mengenang jasa ketiga pahlawan yang telah gugur di medan perang, dan sebagai bukti sejarah bagi warga Sepatan Timur dan sekitarnya. Warga pun berharap menjadi cagar budaya. (Sam)