Garuda Indonesia memastikan kesiapan penuh menghadapi musim haji 1447H/2026M dengan menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar untuk melayani keberangkatan jemaah dari 10 embarkasi di seluruh Indonesia.
Hal itu disampiakan langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan saat mengecek pesawat Boeing 777 yang akan digunakan di Hangar 2 Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (15/4/2026).
“Ada 15 pesawat kita siapkan dengan 10 embarkasi, dan tahun ini adalah suatu kebahagiaan bagi Garuda Indonesia karena jemaah haji 2026 sepenuhnya dilaksanakan oleh PT Garuda Indonesia,” ujar Glenny.
Fokus pada Kenyamanan Lansia dan Disabilitas
Garuda Indonesia menekankan perhatian khusus terhadap jemaah lansia dan disabilitas. Dari total 102 ribu jemaah, sekitar 60 persen berusia lanjut, bahkan ada yang berusia hingga 91 tahun.
“Wheelchair sudah kami siapkan, lansia kami dudukkan di kelas bisnis supaya lebih nyaman,” jelas Glenny.
Selain itu, kru yang disiapkan mencapai 300 pilot dan 700 kru kabin dengan tingkat ketepatan waktu (OTP) di atas 90 persen.
“Baik kru maupun cabin crew sudah kami persiapkan semua,” katanya.
Meski harga avtur naik lanjut Glenny, pemerintah menanggung seluruh selisih biaya agar tidak membebani jemaah.
“Sekalipun harga avtur naik, pemerintah tetap care dan bertanggung jawab. Jemaah tidak usah khawatir, semua ditanggung pemerintah,” tegasnya.
Fasilitas dan Layanan Tambahan
Garuda Indonesia juga menyiapkan makanan berat untuk calon jemaah selama penerbangan baik keberangkatan maupun kepulangan.
“Makanan keberangkatan dan kembali sudah dipersiapkan, ada 2 macam yang bisa dipilih, ada ikan dan daging,” ujar Glenny.
Glenny juga berpesan agar calon jemaah haji Indonesia tidak khawatir meskipun ada konflik di Timur Tengah.
“Gausah khawatir meski di sana sedang ada latihan drone-drone. Karena kita akan datang ke tanah suci, pasti dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya. (Rmt)

