Antisipasi Lonjakan Penumpang, Bandara Soetta Kerahkan 11.573 Personel dan Perkuat Mitigasi Cuaca Ekstrem

By
2 Min Read
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi.

Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tidak hanya bersiap menghadapi lonjakan penumpang, tetapi juga memperkuat sistem mitigasi risiko untuk memastikan operasional tetap aman di tengah potensi cuaca ekstrem.

Total 11.573 personel dari berbagai unit disiagakan, menjadikan periode Nataru tahun ini sebagai salah satu operasi terbesar di bandara tersibuk di Indonesia tersebut.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menegaskan komitmen penuh seluruh jajaran Angkasa Pura Indonesia dalam apel kesiapsiagaan yang digelar di Terminal 1 Bandara Soetta, Tangerang pada Senin (15/12/2025).

“Pada hari ini, 15 Desember 2025 kita di seluruh Angkasa Pura Indonesia khususnya Bandara Soekarno Hatta melaksanakan apel kesiapsiagaan atau posko nataru 2025/2026, sehingga pada apel pagi ini kita ingin sampaikan komitmen kita pada seluruh publik bahwa API khususnya bandara soetta siap melayani puncak arus periode Nataru 2025/2026,” kata Heru.

Titik Layanan Diperkuat

Untuk menjaga kelancaran arus penumpang, jumlah petugas ditingkatkan 4,6 persen dari hari biasa, atau setara tambahan 160 personel per shift. Mereka ditempatkan di titik-titik layanan utama, termasuk area yang rawan antrean.

“Jadi totalnya adalah 11.573 orang yang kita siap-siagakan pada periode Nataru. Meliputi semua stakeholder, semua unit, di Bandara Soekarno Hatta, baik dari fungsi facility, layanan operasional dari perimeter,” ujar Heru.

Mitigasi Cuaca Ekstrem: Uji Kelistrikan hingga Penambahan Pompa

Selain kesiapan SDM, bandara juga memperkuat aspek teknis untuk menghadapi potensi hujan lebat dan genangan.

Bersama PLN, dilakukan uji coba kelistrikan melalui metode shutdown total untuk memastikan seluruh sistem dapat menyala kembali tanpa kendala.

Heru menjelaskan bahwa seluruh power supply cadangan telah dipastikan berfungsi optimal. Di sisi lain, pengelola bandara juga menambah perangkat penanganan banjir.

“Kami juga mengaktifkan beberapa pompa pada titik-titik rawan genangan, bahkan kita menambah 10 pompa floating dengan kapasitas 3.000 liter per menit, juga ada 12 hingga 15 pompa yang standby di seluruh titik genangan,” tutur Heru. (Rmt)

Share This Article