Ciri Orang Merugi Saat Berpuasa, Nomor 3 dan 4 Sering Dilakukan

By
4 Min Read
Ilustrasi

Puasa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki diri. Namun, ada sebagian orang yang menjalankan puasa tanpa mendapatkan manfaat spiritual maupun kesehatan, sehingga mereka termasuk golongan yang merugi. Berikut adalah beberapa ciri-ciri orang yang merugi saat berpuasa:

1. Tidak Menjaga Perkataan dan Perilaku
Puasa seharusnya menjadi momen untuk menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari perkataan dan perbuatan yang buruk. Orang yang tetap berkata kasar, berbohong, menggunjing, atau menyakiti orang lain selama berpuasa bisa kehilangan pahala puasanya. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh kepada (puasanya), meskipun ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari No. 1903)

2. Menghabiskan Waktu dengan Hal yang Sia-Sia
Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, namun sebagian orang justru menghabiskannya dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti bermain game berlebihan, menonton hiburan yang tidak mendidik, atau terlalu banyak tidur sehingga melewatkan ibadah. Allah SWT berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3)

3. Tidak Menunaikan Salat Tepat Waktu
Puasa dan salat adalah ibadah yang saling berkaitan. Sayangnya, ada yang berpuasa tetapi lalai dalam salat, baik itu menunda-nunda atau bahkan meninggalkannya. Hal ini tentu mengurangi keberkahan puasa itu sendiri. Rasulullah SAW bersabda:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

4. Berbuka dengan Berlebihan dan Makanan Tidak Sehat
Tujuan utama puasa adalah mengendalikan hawa nafsu, termasuk dalam hal makan dan minum. Orang yang berbuka dengan rakus, mengonsumsi makanan berlemak, tinggi gula, atau berlebihan dalam porsi, justru bisa mendapatkan dampak negatif bagi kesehatan dan menghilangkan nilai kesederhanaan dalam berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada bejana yang lebih buruk yang dipenuhi oleh manusia selain perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi No. 2380)

5. Tidak Mengoptimalkan Ibadah di Malam Hari
Ramadan memberikan kesempatan besar untuk meningkatkan amalan ibadah, terutama dengan salat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Orang yang lebih memilih menghabiskan malamnya dengan hiburan semata tanpa memperbanyak ibadah, bisa dikatakan melewatkan peluang emas yang hanya datang setahun sekali. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mendirikan Ramadan (dengan salat malam) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 37 dan Muslim No. 759)

6. Tidak Menjaga Niat dan Keikhlasan
Salah satu syarat diterimanya ibadah puasa adalah niat yang tulus karena Allah. Jika seseorang berpuasa hanya karena kebiasaan, tekanan sosial, atau ingin terlihat baik di mata orang lain, maka puasanya kehilangan nilai spiritual yang seharusnya diperoleh. Allah SWT berfirman:

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama…” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Agar tidak termasuk dalam golongan yang merugi, penting bagi setiap Muslim untuk menjalankan puasa dengan penuh kesadaran, menjaga akhlak, serta memaksimalkan ibadah selama Ramadan. Dengan begitu, puasa tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga membawa manfaat bagi jiwa dan raga.

TAGGED:
Share This Article