Cuaca ekstrem yang melanda kawasan sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang pada Senin pagi menyebabkan sejumlah penerbangan terganggu.
Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, menjelaskan bahwa kondisi buruk terjadi sejak pukul 05.00 hingga 10.00 WIB.
“Dimana visibility (jarak pandang)di bawah minimal untuk approach di runway sisi utara, RWY 06/24 dan 07L/25R,” kata Setio pada Senin (12/1/2026).
Menurut catatan AirNav Indonesia, hingga pukul 10.00 terdapat 15 pesawat yang melakukan holding, yakni berputar di udara selama 15 hingga 60 menit.
Sebagian pesawat berhasil mendarat di Soekarno-Hatta, sementara lainnya terpaksa divert ke bandara terdekat.
“Ada yang di Palembang, Semarang, Halim, YIA, Lampung, Jambi, Pangkalpinang,” ungkap Setio.
Ia menegaskan bahwa prosedur go-around, holding, maupun divert merupakan langkah standar demi keselamatan penerbangan.
“Go-around, holding, dan divert adalah prosedur normal penerbangan yang digunakan saat cuaca tidak mendukung. Ini menunjukkan pilot dan ATC mengutamakan keselamatan,” katanya.
Setio memastikan bahwa kondisi penerbangan di CGK (kode Bandara Soetta) kini sudah kembali membaik.
“Visibility sudah membaik di atas minimal,” pungkasnya. (Rmt)

