Bandara Soetta Perluas Program Sosial dan Lingkungan di Banten

By
2 Min Read
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyalurkan bantuan untuk konservasi alam dan sosial di Banten.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) tidak hanya menjadi gerbang utama Indonesia, tetapi juga hadir sebagai penggerak perubahan sosial dan lingkungan.

Melalui program InJourney Airports Alam Lestari, Bandara Soetta menyalurkan energi baru bagi ekosistem pesisir Banten sekaligus memberi harapan bagi masyarakat yang terdampak.

Di Tanjung Lesung pada tanggal 14 Januari 2026, program tahun 2025 ini menghadirkan sejumlah fasilitas konservasi baru, meliputi pembangunan InJourney Coral Reef House berukuran 32 meter persegi, pembuatan 5 unit Coral Reef Tower, ekspansi taman karang seluas 100 meter persegi, serta penanaman 340 batang pohon ketapang kencana.

Program ini dirancang untuk mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang yang sempat terdampak tsunami tahun 2018 sekaligus menghidupkan kembali sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Program ini didukung Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, PT Banten West Java, dan Yayasan Konservasi Selat Sunda.

Bandara Soetta menyalurkan bantuan Rp120 juta untuk konservasi terumbu karang serta 340 batang ketapang kencana senilai Rp47 juta bersama PT Banten West Java.

Tidak hanya itu, Bandara Soetta juga menyerahkan bantuan kaki palsu kepada 18 penyandang disabilitas di wilayah Banten sebagai bagian dari program “InJourney Airports Ramah Difabel”.

Total bantuan yang disalurkan sepanjang 2025 sebanyak 31 unit, tersebar di Kabupaten Rangkas Bitung, Pandeglang, Serang, Cilegon, serta Kota dan Kabupaten Tangerang.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan bahwa pelaksanaan Program “InJourney Airports Alam Lestari” merupakan bentuk komitmen bandara dalam menjalankan peran sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Program ini merupakan bagian dari konservasi terumbu karang yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem terumbu karang serta pengembangan wisata bahari dan sebagai bentuk kontribusi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam proses rehabilitasi dan restorasi alam bawah laut di perairan Tanjung Lesung,” ujar Heru, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan bahwa program ini dirancang dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif melalui kolaborasi dengan Yayasan Konservasi Selat Sunda, sehingga dapat berjalan berkelanjutan dengan dukungan penuh dari komunitas setempat.

Program InJourney Airports Alam Lestari di Tanjung Lesung diharapkan dapat menjadi model pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk jangka panjang.(Rmt)

 

Share This Article