Imigrasi Bandara Soetta Gandeng Puskesmas Jurumudi, Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pegawai dan Warga

By
2 Min Read
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi 150 peserta yang terdiri atas 100 pegawai dan 50 warga sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Imipas RI) dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi 150 peserta, terdiri atas 100 pegawai dan 50 warga sekitar.

Kegiatan ini sekaligus menandai penandatanganan kerja sama strategis dengan UPT Puskesmas Jurumudi Baru, sebagai langkah memperluas akses layanan kesehatan dasar di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, Pamuji Raharja, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar layanan tambahan, melainkan bentuk nyata kontribusi sosial dari jajaran imigrasi.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa unit pelaksana teknis imigrasi tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan keimigrasian, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam aspek kesejahteraan sosial. Kami mendorong agar program seperti ini dapat direplikasi dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Pamuji, Rabu (11/2/2026).

Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan implementasi butir ke-13 Program Aksi Kementerian Imipas RI yang dicanangkan Menteri Agus Andrianto, yaitu layanan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat sekitar unit imigrasi dan pemasyarakatan.

Layanan mencakup pemeriksaan dasar seperti tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, dan gula darah, serta pemeriksaan lanjutan bagi kelompok berisiko berupa kolesterol, asam urat, dan elektrokardiogram (EKG).

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen institusinya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas jangkauannya, sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi pegawai dan masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi model kolaborasi lintas sektor yang efektif,” tukasnya. (Rmt)

Share This Article