Penguatan Kapasitas SDM Melalui Pelatihan Kompetensi Non-Teknis Dan Persiapan Transisi Karir Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing Pemuda Wilayah Perkotaan

By
3 Min Read

 

Generasi muda merupakan pilar utama kemajuan bangsa sekaligus penggerak roda perekonomian di tingkat lokal. Sebagai kelompok usia produktif, pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dan inovator yang mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan nasional maupun daerah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya tersalurkan secara optimal seiring dengan semakin ketatnya persaingan di dunia kerja modern. Selain penguasaan kemampuan teknis yang didapatkan dari pendidikan formal, keberhasilan memasuki dunia profesional kini sangat bergantung pada ketersediaan kompetensi non-teknis atau yang dikenal sebagai soft skill, serta kesiapan individu dalam menghadapi proses rekrutmen yang semakin kompleks.

Berdasarkan pengamatan mendalam dan dialog yang dilakukan bersama warga serta pemuda di lingkungan RT 004 Kavling Batan, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, ditemukan berbagai kendala yang dihadapi oleh kelompok usia produktif di wilayah tersebut. Banyak lulusan baru maupun pemuda yang belum memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk melamar pekerjaan, di antaranya disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan oleh industri saat ini. Selain itu, keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja masih menjadi hambatan utama bagi sebagian besar dari mereka.

Masalah lain yang cukup mendasar adalah minimnya kemampuan dalam menyusun dokumen lamaran kerja seperti Curriculum Vitae (CV) yang sesuai standar, serta kurangnya pengalaman dalam menghadapi tahapan wawancara kerja. Seringkali terlihat adanya kesenjangan antara potensi akademik maupun kemampuan yang dimiliki pemuda dengan kemampuan mereka dalam merepresentasikan diri secara profesional kepada pihak perekrut.

Kondisi ini semakin diperparah dengan terbatasnya akses terhadap informasi dan pelatihan pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Padahal, wilayah ini memiliki jumlah pemuda usia produktif yang cukup banyak dengan semangat belajar yang tinggi. Tanpa adanya intervensi yang tepat, dikhawatirkan kondisi ini akan menambah angka pengangguran terdidik dan menghambat kemajuan ekonomi masyarakat setempat.

Merespons urgensi permasalahan tersebut, maka dilaksanakanlah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pelatihan Soft Skill dan Persiapan Kerja untuk Pemuda”. Program ini dirancang secara khusus untuk memberikan pemahaman mendalam serta praktik langsung mengenai pengembangan kompetensi diri, penyusunan dokumen lamaran kerja, hingga strategi menghadapi proses seleksi kerja. Diharapkan melalui kegiatan ini, pemuda di wilayah tersebut dapat meningkatkan nilai kompetitifnya, membangun mentalitas kerja yang tangguh, serta siap bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis.

Share This Article