Jaga Abrasi Pantai, Aktivis Lingkungan Hidup di Pakuhaji Tanam Mangrove

By
2 Min Read

Dalam rangka hari menanam pohon, dan menjaga abrasi pantai. Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Petak Lestari Sukawali bersama aktivis lingkungan hidup, Karang Taruna, dan Pemuda Panca Marga Kecamatan Pakuhaji, menanam 1000 pohon mangrove.

Bertempat di Pantai K’SS Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/11/2021).

Ketua LMDH Petak Lestari Sukawali Ibrohim mengatakan, keberadaan hutang mangrove sangat penting bagi kehidupan di pesisir pantai. Sebab, mangrove bukan hanya sekedar tanaman biasa, tetapi berfungsi sebagai tanaman penyangga.

Dikatakannya, bukan saja menanam akan tetapi juga harus di rawat dan di lestarikan. Jika ekosistem mangrove rusak, maka abrasi akan terjadi karena membuat daerah pesisir tak lagi dapat mengatasi limpahan air laut. Untuk itu, keberadaan berupa hutan mangrove sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia dan biota lainnya.

“Hari ini kita tanam mangrove 1000 pohon, dan dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai,” ucap Ibo sapaan akrab Ibrohim.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat sekitar pantai khususnya yang berada di wilayah sukawali lebih peduli terhadap lingkungan yang ada di pantai.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua stekholder yang sudah peduli lingkungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Pakuhaji Said Kosim mengapresiasi yang dilakukan aktivis lingkungan hidup, karang taruna desa dan LMDH Petak Lestari. Mudah- mudahan ini menjadi barometer pemuda untuk menjaga pantai pesisir yang berada di sepanjang wilayah pakuhaji.

Menurut Kosim, ini adalah kebangaan terbesar bagi para masyarakat dan pemuda. Sebab, selain berkontribusi untuk menyelamatkan lingkungan dari abrasi, aksi nyata ini juga bisa berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya adalah, kegiatan ini bukan saja secara seremonial tetapi berkesinambungan. Kita berharap Pantai K’SS Sukawali ini bisa menjadi pilihan tempat wisata warga Kabupaten Tangerang, khususnya warga Pakuhaji,” pungkasnya.(Sam)

Share This Article