Home Berita Wanita ini Kedapatan Selundupkan Benih Lobster di Bandara Soetta

Wanita ini Kedapatan Selundupkan Benih Lobster di Bandara Soetta

0
SHARE

Seorang wanita berinisial Ja (37) diamankan petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu (10/6) lantaran kedapatan menyelundupkan belasan ribu benih lobster.

Warga Deli Serdang, Sumatera Utara ini diamankan petugas di Terminal Keberangkatan 2 saat akan menyelundupkan sebanyak 18.228 ekor Benih Lobster ke Singapura.

Diketahui, Ja merupakan penumpang pesawat Lion Air JT-162 rute Bandara Soetta-Singapura.

Ia menyembunyikan 18.228 benih lobster tersebut dengan cara menaruhnya di dalam 33 kantong plastik yang disimpan sedimikian rupa di dalam koper miliknya.

Kepala Bidang Kepatuhan lnternal dan Layanan lnformasi KPU BC Soekarno-Hatta, Dadan Farid mengatakan, petugas mencurigai barang bawaan tersangka saat melakukan pengecekan dengan mesin X-ray.

“Dari pemeriksaan awal tersebut petugas mencurigai satu bagasi dengan nomor bagasi itu dan perlu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena didapati suhu dari koler tersebut sangat dingin dan tidak wajar,” kata Dadan di kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (11/6/2018).

Dadan menjelaskan, dari penggagalan penyelundupan tersebut petugas pun berkoordinasi dengan pihak groundhandling maskapai Lion Air untuk menjemput pemilik bagasi yang sudah berada di ruang pemeriksaan.

“Setelah dibuka ditemukan isi koper adalah benih lobster yang dikemas di dalam kantong plastik bening sebanyak 33 kemasan,” ungkap Dadan.

Dari kasus tersebut, Bea Cukai menggandeng Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jakarta I untuk menyerahkan dan memeriksa tersangka berikut barang buktinya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKIPM Jakarta I, Habrin Yake menambahkan, sehari setelah penangkapan, belasan benih lobster tersebut dilepas liarkan ke habitat aslinya yang berlokasi di Serang.

“Kita lepasliarkan di laut Serang, Banten. Namun ada beberapa yang tidak dilepas karena sudah mati dan dijadikan barang bukti untuk penyelidikan,” ujar Habrin.

Menurut Habrin, belasan ribu benih Lobster tersebut dapat merugikan negara senilai Rp 2 miliar.

“Itu kalau masih bentuknya benih, empat bulan kemudian bila di ternak dan makin besar bisa lebih besar lagi nominalnya,” imbuh dia.

Menurutnya, Singapura menjadi sasaran utama penyelundupan lobster indonesia karena demand atau jumlah permintaan Singapura cukup tinggi hingga berani membayar mahal. Sedangkan, Indonesia merupakan satu diantara beberapa produsen lobster di dunia.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. (Rmt)