Home Berita Segel Reklame di Jalan Raya Serpong Mendadak Raib

Segel Reklame di Jalan Raya Serpong Mendadak Raib

0

Penyegelan terhadap sejumlah reklame di Jalan Raya Serpong oleh Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin lalu (24/9/2018), tampak tak efektif. Pasalnya sehari setelah reklame-reklame tersebut dipasangi stiker segel, Selasa (25/9/2018)  pagi segel-segel tersebut mendadak raib dan diduga dicopot orang tak dikenal.

Soal raibnya stiker segel yang sebelumnya ditempel di papan-papan reklame tersebut, juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Penegak Perundang-Undangan Satpol PP Kota Tangsel, Oki Rudianto. Namun begitu, Oki belum tahu berapa jumlah segel yang raib lantaran pihaknya belum menerima laporan rinci dari petugas di lapangan.

“Saya ngak tau berapa yang dicopot. Soalnya masih menunggu laporan petugas dilapangan, yang jelas lebih dari satu segel yang dicopot,” kata Oki dihubungi media melalui jaringan selulernya.

Oki jelaskan bila pihaknya akan menindaklanjuti raibnya segel-segel tersebut bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangsel. Sebab, aksi pencopotan segel yang ada di reklame tersebut sudah masuk ranah pidana.

“Kita komunikasikan dulu dengan PPNS, apakah kita panggil pemiliknya atau kita lapor ke polres. Ini sudah masuk ranah pidana,” terang Oki.

Terpisah, Anggota PPNS Kota Tangsel Muksin Alfachri mengatakan bahwa pihaknya akan menelusuri pencopotan segel reklame melalui iklan yang sudah terpasang pada papan reklame tersebut. Dari situ, bisa diketahui pemiliknya siapa.

Menurut dia, pelaku tak hanya melakukan pengrusakan segel reklame saja, akan tetapi, pelaku juga sudah melakukan aksi pencurian terhadap segel reklame.

“Besok (Rabu-red) kita laporkan ke polres. Karena disitu pelaku tidak hanya melakukan pengrusakan, tapi juga pencurian. Karena itu sudah melawan pemerintahan Kota Tangsel, kita tindak tegas,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam segel yang terpasang pada reklame tersebut, terdapat ancaman pidana sesuai dengan yang tertera pada pasal 232 ayat 1 KUHP yang berbunyi barang siapa dengan sengaja memutus, membuang, atau merusak penyegelan suatu benda oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang, atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Sebelumnya, Satpol PP bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta PPNS Kota Tangsel menyegel tujuh reklame yang berdiri di Jalan Raya Serpong. (Ed)