Home Berita Kejati Banten Mulai Periksa Penerima Bantuan Hibah Ponpes di Pandeglang

Kejati Banten Mulai Periksa Penerima Bantuan Hibah Ponpes di Pandeglang

0

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten telah melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dana hibah dilingkungan Biro Kesra Provinsi Banten, dengan memanggil beberapa pimpinan Ponpes di Kabupaten Pandeglang, salah satunya Ponpes Atthoriyah Kecamatan Labuan, Rabu (14/04/21) kemarin.

Dari informasi yang diperoleh bahwa Pimpinan Ponpes Attohirriya yang beralamat di Kampung Sepen RT 005/RW 002, Desa Banyumekar, Kecamatan Labuan telah menerima bantuan dana hibah Ponpes dari Pemprov Banten melalui Biro Kesra senilai Rp 117 juta lebih pada tahun APBD 2020 lalu.

“Benar Ponpes Attohirriyah beralamat di Kecamatan Labuan telah menerima bantuan hibah dari Pemprov Banten yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan Kejati Banten, dan pimpinan ponpes kemarin (14/04/21) mendapat surat panggilan dari Kejati Banten,” ungkap salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu, kepada media, Kamis (15/04/21)

Menurutnya, proses penyelidikan adanya dugaan tindak pidana korupsi dilingkungan Kesra Provinsi Banten tentang dana hibah ponpes itu, sesuai yang diminta oleh Gubernur Banten Wahidin Halim untuk diusut tuntas.

“Memang benar penegak hukum harus mengutamakan praduga tidak bersalah dalam kasus dana hibah ponpes itu. Dan kami pun meminta untuk transparansi dalam penyelidikan dan penyidikannya,” katanya.

Pimpinan Ponpes Attohirriyah Kecamatan Labuan, Ust.Tb. Ahmad Silahudin belum bisa dimintai keterangan terkait adanya bantuan hibah Ponpes dari Pemprov Banten yang diterimanya tersebut.

“Pak Ustad tidak ada di rumah,” ujar salah seorang pria yang tidak menyebutkan namanya itu.

Sementara di Ketahui bahwa surat pemanggilan kepada beberapa pimpinan Ponpes yang menerima bantuan dana hibah Pemprov Banten itu ditanda tangani langsung Kepala Kejati Banten, Dr. Asep N Mulyana,SH,MH yang hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan soal hal tersebut. Begitu pula Asisten Tindak Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Banten belum dapat memberikan informasi tentang adanya pemeriksaan tersebut. (Den)