Home Bandara Pakai Paspor Palsu, WN India Diamankan Imigrasi Bandara Soetta

Pakai Paspor Palsu, WN India Diamankan Imigrasi Bandara Soetta

0
foto: Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. /tangerangonline.id

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal India berinisial RM diamankan petugas Imigrasi Soekarno-Hatta karena berusaha memasuki Indonesia menggunakan paspor palsu.

RM datang ke Indonesia menggunakan pesawat Malaysia Airlines dengan nokor penerbangan MH721 pada 8 Februari 2022 setelah transit di Kathmandu dan Kuala Lumpur.

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Verico Sandi mengatakan, RM tertangkap tangan menggunakan paspor palsu berinisial VM dengan foto yang telah diganti.

“Selain paspor, RM juga kedapatan memalsukan sertifikat vaksin, surat PCR, asuransi, hingga beberapa kartu pengenal Kanada,” ungkap Verico, Kamis (10/2/2022).

Untuk melancarkan aksinya, RM bahkan menghilangkan barang bukti berupa surat PCR, sertifikat vaksin, serta boarding pass atas nama dirinya.

“RM diketahui memotong dokumen-dokumen tersebut menjadi serpihan kecil, kemudian membuangnya ke dalam kloset di Terminal Kedatangan sebelum melalui pemeriksaan Covid-19,” kata Verico.

Hal tersebut terungkap usai petugas imigrasi melakukan penggeledahan dan wawancara mendalam terhadap RM. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata
nama VM tidak terdaftar dalam data manifest penumpang pesawat MH 721, data manifest justru memuat nama RM.

“Ancaman dokumen palsu dan impostor selalu mengintai Bandara Soekarno-Hatta, sehingga kecanggihan peralatan dan keterampilan petugas menjadi faktor yang sangat menentukan,” tambah Verico.

Sementara itu, Andika Pandu Kurniawan selaku Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian
mengungkapkan, modus yang dilakukan RM terorganisir dengan baik.

“Hal ini dibuktikan dengan kualitas dokumen palsu yang benar-benar menyerupai aslinya serta strategi RM untuk menembus pemeriksaan telah disusun secara matang,” ujar Pandu.

Ia mengatakan, RM dapat dijerat dengan Undang Undang Nomor 6 tahun 2011 Pasal 121 Huruf B dimana Orang Asing yang dengan sengaja menggunakan Visa atau Tanda Masuk atau Izin Tinggal palsu atau yang dipalsukan untuk masuk atau keluar atau berada di Wilayah Indonesia dapat dikenai pidana penjara maksimal 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 5 miliyar.

Pendalaman juga terus dilakukan oleh petugas Imigrasi mengingat ditemukanya indikasi pelanggaran pasal 120 ayat 1 terkait tindak pidana penyelundupan manusia.

“Temuan ini sangat terorganisir, kami sedang melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri,” tambah Romi Yudianto selaku Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta. (Rmt)