Musim Kemarau, Lima Kecamatan di Kabupaten Tangerang Mulai Krisis Air Bersih

By
2 Min Read
Ilustrasi foto lahan kering akibat kemarau ekstrem dibuat oleh AI

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat lima kecamatan mulai mengalami dampak kekeringan seiring memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan lima kecamatan yang mulai mengalami krisis air bersih, yakni Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa. Wilayah tersebut sebelumnya telah dipetakan sebagai kawasan rawan kekeringan saat musim kemarau.

“Baru lima kecamatan yang kami petakan mengalami dampak. Namun, tidak semua desa atau kelurahan di wilayah tersebut mengalami krisis air bersih,” kata Taufik kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Menurut dia, sejumlah desa dan kelurahan di lima kecamatan tersebut telah mengajukan permohonan bantuan pasokan air bersih kepada pemerintah daerah.

Taufik menjelaskan, berdasarkan kajian BPBD, Kabupaten Tangerang memiliki sekitar 20 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau, selain ancaman bencana lain seperti banjir dan angin puting beliung.

“Dari hasil kajian, potensi kekeringan sudah kami petakan. Secara keseluruhan ada sekitar 20 kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, BPBD mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan usulan dari pemerintah desa maupun kelurahan agar bantuan dapat tepat sasaran.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), guna memastikan ketersediaan pasokan air bersih selama musim kemarau.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan OPD terkait, termasuk Perumdam, agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Taufik.

Selain itu, BPBD Kabupaten Tangerang menyiagakan personel dan armada di 14 pos pemadam kebakaran (Damkar) untuk mendukung penanganan darurat selama musim kemarau.

Taufik menambahkan, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD beroperasi selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat terkait kejadian kedaruratan, termasuk permintaan bantuan air bersih.

“Pusdalops siaga selama 24 jam untuk menerima laporan dari masyarakat maupun petugas di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujarnya. (rez)

Share This Article