Mahasiswa Geruduk BGN Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG

By
2 Min Read

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Kosgoro menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (16/3). Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul di Jalan Blora sebelum massa bergerak menuju kantor BGN.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait berbagai dugaan persoalan dalam program yang dijalankan oleh BGN. Koordinator aksi, Agus Syafrudin, mendesak agar BGN segera mengusut tuntas dugaan praktik jual beli titik SPPG yang disebut-sebut terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.

“BGN harus transparan dan mengusut tuntas dugaan jual beli titik SPPG yang viral di media sosial. Kami juga menuntut dilakukan audit menyeluruh terhadap dugaan markup barang dan jasa yang berpotensi merugikan negara,” ujar Agus dalam orasinya.

Selain itu, Gema Kosgoro juga meminta BGN membuka secara terang kasus dugaan keracunan massal yang diduga kelalaian BGN tidak
mewajibkan Sertifikat Layak Higines Sanitasi (SLHS) terjadi dalam pelaksanaan program terkait penyediaan makanan. Menurut mereka, penjelasan yang jelas kepada publik diperlukan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Para demonstran membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kinerja BGN serta menyerukan transparansi dalam pengelolaan program. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.

Agus menegaskan, apabila BGN tidak mampu mempertanggungjawabkan berbagai persoalan tersebut secara terbuka, maka pihaknya akan mendesak Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia untuk membubarkan BGN.

“Agar tidak menjadi lembaga yang menggegoti anggaran pendidikan 355 trilyun justru menimbulkan persoalan baru, kami mendesak Presiden untuk mengevaluasi bahkan membubarkan BGN jika tidak mampu menjawab berbagai dugaan yang muncul,” tegasnya.

Aksi mahasiswa berlangsung tertib dengan penyampaian orasi secara bergantian sebelum akhirnya massa membubarkan diri. Para mahasiswa menyatakan akan terus mengawal isu tersebut hingga ada kejelasan dan langkah konkret dari BGN. (***)

Share This Article