Bupati Tangerang Salurkan BST dan Bantuan Modal Usaha, Total Rp2,65 Miliar

By
3 Min Read

Pemerintah Kabupaten Tangerang menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi anak yatim serta bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi perempuan kepala keluarga di Aula Kantor Kecamatan Curug, Rabu (9/9/2026).

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, total bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp2,65 miliar.

“Bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp2,65 miliar, terdiri dari Rp500 juta untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk bantuan UEP,” ujar Maesyal.

BST diberikan kepada 500 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Dinas Sosial dan perangkat Kecamatan Curug menyalurkan bantuan sosial tunai. Masing-masing penerima mendapatkan Rp1 juta dan totalnya untuk 500 orang se-Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Selain BST, Pemkab Tangerang menyalurkan bantuan UEP kepada 430 penerima manfaat. Bantuan sebesar Rp5 juta per orang tersebut ditujukan sebagai tambahan modal bagi masyarakat yang menjalankan usaha kecil.

Maesyal menyebut sejumlah usaha yang dapat dikembangkan melalui bantuan tersebut, antara lain berjualan nasi uduk, gorengan, makanan, minuman, dan usaha kecil lainnya.

“Untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif, kami memberikan Rp5 juta kepada 430 penerima, sehingga totalnya Rp2,15 miliar. Ini untuk tambahan permodalan agar usahanya bisa berkembang dan pendapatannya meningkat,” jelasnya.

Bantuan untuk Lansia

Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang juga akan menyalurkan bantuan sosial kepada 1.200 warga lanjut usia (lansia). Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.

Dengan demikian, total bantuan untuk kelompok lansia tersebut mencapai Rp1,2 miliar.

Bupati menjelaskan, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kriteria kesejahteraan masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 5.

Ia berharap bantuan produktif yang diberikan dapat meningkatkan kondisi ekonomi penerima sehingga secara bertahap keluar dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

“Salah satunya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Kita berharap masyarakat yang tadinya berada pada desil rendah, pendapatannya bisa meningkat, sehingga bisa naik menjadi desil 6, 7, 8, 9 bahkan sampai desil 10,” ungkapnya.

Maesyal menegaskan, Pemkab Tangerang akan terus mengalokasikan program bantuan sosial sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi agar manfaat bantuan dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat. (rez)

Share This Article