AirNav Indonesia Perkuat Tata Kelola dan Manajemen RisikoKomitmen AirNav Indonesia dalam memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan berbuah manis.
Lembaga penyelenggara navigasi penerbangan nasional ini berhasil meraih predikat TOP GRC Awards 2026 #5 Star
yang digelar di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.
Dalam ajang yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, Oskar Syahbana, juga didaulat sebagai The Most Committed GRC Leader 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemimpin perusahaan yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung sistem, infrastruktur, dan implementasi Governance, Risk, & Compliance (GRC).
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Ini menjadi pengingat bahwa tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan harus terus menjadi bagian dari cara kita menjalankan perusahaan dan mengambil setiap keputusan,” ujar Oskar dalam sambutannya.
Penghargaan Bertaraf Ekselen
TOP GRC Awards menilai penerapan Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, dan kepatuhan di lebih dari 900 perusahaan Indonesia.
Predikat #5 Star menunjukkan sistem dan implementasi GRC AirNav berada pada level sangat ekselen, termasuk penerapan prinsip ESG untuk mendukung keberlanjutan bisnis.
Oskar menekankan bahwa penguatan GRC harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan navigasi penerbangan.
“Buat AirNav Indonesia, penguatan GRC harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja dan kualitas layanan. Karena pada akhirnya, tata kelola yang baik harus
memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan perusahaan dan pelayanan navigasi penerbangan,” ujarnya.
TOP GRC Awards 2026 diselenggarakan oleh Top Business bersama sejumlah asosiasi dan organisasi profesional di bidang GRC.
Penyelenggara menyebut proses penilaian secara objektif, independen, dan akuntabel, dengan penilaian yang diawali dari GCG terhadap lebih dari 900 perusahaan di Indonesia.
Bagi AirNav Indonesia, penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, serta memastikan kepatuhan menjadi bagian integral dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan bisnis perusahaan. (Rmt)

