Bintang Indo Group resmi meluncurkan Neo Mas Residence UTG Resort di Jalan Mutiara VIII, Curug, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Minggu (18/10/2026). Mengusung konsep hunian modern bernuansa resort, perumahan ini menawarkan desain rumah dengan sentuhan material alami, pencahayaan yang optimal, serta rencana fasilitas untuk menunjang aktivitas penghuni.
Direktur Utama Bintang Indo Group, Thomas Septa, mengatakan konsep resort menjadi identitas utama yang dihadirkan di kawasan tersebut. Konsep ini diterapkan mulai dari desain gerbang masuk, penataan lingkungan, hingga detail arsitektur setiap rumah.
“Kami ingin konsumen atau warga yang nantinya tinggal merasa seperti tinggal di resort,” ujar Thomas saat peluncuran Neo Mas Residence UTG Resort.
Menurutnya, suasana resort diwujudkan melalui penggunaan batu alam, permainan pencahayaan, serta desain interior yang menghadirkan kesan seperti vila. Pengembang juga memperhatikan aspek fungsional rumah, terutama sirkulasi udara dan pencahayaan alami, agar hunian tetap nyaman digunakan sehari-hari.
“Penataan rumah ini sudah kami desain agar sirkulasi udara dan cahayanya bagus. Jadi, siang hari tidak gelap dan sirkulasi udaranya juga lebih baik,” jelasnya.
Untuk menambah kenyamanan, setiap unit rumah turut dilengkapi kanopi di bagian depan dan belakang. Dengan demikian, penghuni tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk memasang fasilitas tersebut setelah rumah ditempati.
Dikembangkan di Lahan 3,1 Hektare
Neo Mas Residence UTG Resort dibangun di atas lahan seluas 3,1 hektare dengan rencana pengembangan sebanyak 225 unit rumah. Pembangunannya dibagi menjadi tiga tahap agar pengembangan kawasan dapat dilakukan secara bertahap.
Pada tahap pertama, pengembang menyiapkan 72 unit rumah yang berlokasi di Blok D. Dari 15 unit berstatus siap huni (ready stock) yang disediakan, sebanyak sembilan unit telah terjual, sementara enam unit lainnya masih tersedia ketika wawancara berlangsung.
“Di sini 225 unit dengan 3,1 hektare. Kami membagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama di Blok D, sebanyak 72 unit,” kata Thomas.
Selain bangunan rumah, pengembang merencanakan sejumlah fasilitas penunjang, seperti taman bermain, jalur jogging (*jogging track*) dengan pemandangan sungai (river view), serta area pusat kebugaran luar ruang (outdoor gym).
Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan alternatif aktivitas bagi penghuni, mulai dari berolahraga hingga menikmati ruang terbuka di lingkungan perumahan.
Tiga Pilihan Tipe Rumah, Harga Mulai Rp400 Jutaan
Untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan hunian yang beragam, Neo Mas Residence UTG Resort menawarkan tiga tipe rumah, yakni tipe 39, 43, dan 50. Pengembang juga merencanakan pengembangan tipe 50 dengan konsep mezzanine sebagai alternatif desain.
Tipe 39 memiliki dimensi bangunan 6 x 11 meter dengan luas tanah 66 meter persegi. Sementara itu, tipe 50 direncanakan memiliki dimensi 6 x 14 meter.
Thomas menjelaskan, proyek ini menyasar calon pembeli dengan anggaran sekitar Rp400 juta hingga Rp600 juta.
“Memang yang kami tuju adalah konsumen yang relatif di angka Rp400 juta sampai Rp600 juta,” ungkapnya.
Dalam rangka peluncuran pada 18 Oktober 2026, pengembang menawarkan harga promo Rp425 juta untuk unit tertentu di Blok D. Setelah masa promosi berakhir, harga unit yang sama direncanakan menjadi Rp499 juta.
Selain penawaran harga khusus, konsumen yang melakukan pemesanan selama acara peluncuran juga berkesempatan memperoleh hadiah televisi berukuran 50 inci. Penyerahan hadiah dilakukan saat akad sesuai dengan ketentuan promosi yang berlaku.
Legalitas dan Detail Bangunan Jadi Perhatian
Selain mengedepankan desain, Bintang Indo Group menyatakan turut memperhatikan aspek legalitas dalam pengembangan Neo Mas Residence UTG Resort.
Thomas menjelaskan, desain fasad rumah memadukan beberapa jenis batu alam, seperti batu kali, batu candi, dan batu Bali. Elemen tersebut dipadukan dengan lampu sorot untuk memperkuat karakter bangunan dan menciptakan suasana menyerupai vila.
“Walaupun rumah ini satu tipe yang relatif lebih kecil, saya memberikan sentuhan batu kali, batu candi, batu Bali di depan, dan lampu sorot supaya seakan-akan mereka merasa tinggal di vila,” tuturnya.
Dari sisi legalitas, Thomas menyampaikan bahwa sertifikat tanah di kawasan tersebut telah berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM) dan dipecah untuk masing-masing bidang rumah.
Ia juga menyebut dokumen perencanaan dan perizinan proyek telah dipersiapkan, termasuk *site plan* dan dokumen perizinan bangunan.
Meski demikian, calon pembeli tetap disarankan melakukan pemeriksaan dokumen secara langsung sebelum melakukan transaksi, termasuk memastikan kesesuaian sertifikat, perizinan, dan status unit yang akan dibeli.
Bintang Indo Group Kembangkan Properti Sejak 2013
Bintang Indo Group telah mengembangkan proyek properti sejak 2013. Selain Neo Mas Residence UTG Resort, perusahaan tersebut juga mengembangkan The Terra Cotta Garden di Gunungpati dan The Terra Cotta Premier di Pamulang.
Ke depan, perusahaan menargetkan pengembangan Neo Mas Residence UTG Resort dapat berlanjut hingga tahap ketiga. Peluang ekspansi ke lahan di sekitar kawasan juga terbuka apabila terdapat kesempatan untuk memperluas pengembangan.
“Harapan kami, kalau tahap satu sudah sold out, bisa lanjut ke tahap dua dan tahap terakhir, yaitu tahap tiga. Kami juga memiliki harapan untuk mengembangkan lahan di sekitar sini jika ada kesempatan,” ujar Thomas.
Dengan konsep hunian modern bernuansa resort, pilihan tiga tipe rumah, serta harga promo mulai Rp 425 juta untuk unit tertentu, Neo Mas Residence UTG Resort menjadi salah satu pilihan properti yang ditawarkan di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Pengembangan fasilitas ruang terbuka dan perhatian terhadap desain bangunan menjadi bagian dari konsep yang diusung untuk mendukung kenyamanan penghuni.

