Home Berita 1.071 Rumah di Kabupaten Tangerang Jadi Sasaran Gebrak Pak Kumis

1.071 Rumah di Kabupaten Tangerang Jadi Sasaran Gebrak Pak Kumis

0

Setelah Rancangan Peraturan Daerah (Reperda) tentang Penataan Perumahan Pemukiman Kumuh disahkan oleh DPRD Kabupaten Tangerang menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Jumat (23/9/2016) lalu, kini program Gerakan Bersama Rakyat Berantas Rumah Kumuh dan Miskin (Gebrak Pak Kumis) bisa secepatnya direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

“Tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) menargetkan sebanyak 1.071 rumah di 15 Kecamatan Kabupaten Tangerang, mendapat sentuhan program Gebrak Pak Kumis. Program Gebrak Pak Kumis dengan merehabilitasi rumah akan secara fisik tersebut secepatnya akan terealisasikan,” terang Moh Chamdani, Ketua tim fasilitator Gebrak Pak Kumis kepada tangerangonline.id di ruangannya, Senin (24/10/2016).

Lanjut Chamdani, nantinya anggaran untuk satu rumah akan digelontorkan sebesar Rp13.320.000, dan bagi si penerima dana bantuan tersebut wajib menyumbang berupa tenaga atau bahan baku bangunan (Stimulan Inkaen dan Inkes). Program Gebrak Pak Kumis ini tidak ingin membuat para masyarakat Kabupaten Tangerang menjadi manja. Secepatanya akan terealisasi, karena program ini salah satu program prioritas dari Bupati Tangerang.

“Insya Allah minggu ini anggaran buat Gebrak Pak Kumis akan cair, dan kita akan secara serentak menata semua rumah yang berada di 15 Kecamatan yang termasuk kedalam kriteria kami, atap, lantai dan dinding (Aladin),” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, dari 15 Kecamatan di Kabupaten Tangerang, perkecamatannya mendapatkan jumlah yang beragam. “Jadi dari 15 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang masuk program Gebrak Pak Kumis tahun 2016 ini, paling banyak di kecamatan Rajeg 113 rumah. Paling sedikit Kecamatan Sindang Jaya 36 rumah,” pungkasnya.

Jika Gebrak Pak Kumis di tahun 2016 ini terealisasi, sebanyak 5000 lebih unit rumah yang sudah di tata oleh Pemkab Tangerang, dari tahun 2012 sampai 2016, itu menandakan mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here