Home Berita Keluhkan Bau Sampah Pasar Kutabumi, Warga Datangi DPRD

Keluhkan Bau Sampah Pasar Kutabumi, Warga Datangi DPRD

0

Belasan warga RT/RW 007/012 Perumahan Taman Kutabumi, Kecamatan Pasarkemis,  mengadukan nasibnya kepada DPRD KabupatenTangerang. Pasalnya, tempat pembuangan sampah Pasar Kutabumi kini sangat berdekatan letaknya dengan pemukiman warga.

Letak tempat pembuangan sampah pasar Kutabumi yang semulanya berada dibagian depan pasar, namun pada kurun waktu beberapa tahun belakangan ini pindah di bagian belakang pasar.

Dari perpindahan tempat pembuangan sampah yang semakin berdekatan dengan pemukiman warga membuat warga kini harus mencium aroma busuk yang timbul dari sampah pasar Kutabumi.

Warga yang juga semulanya sudah mengambil tindakan akan dampak negatif dari perpindahan tempat pembuang sampah tersebut dengan melakukan diskusi kepada pihak kelurahan dan kecamatan, namun tidak menemukan titik terang.

Hingga akhirnya warga pun sepakat untuk mengadukan hal ini ke DPRD, untuk meminta kepada wakil rakyatnya agar tempat pembuangan sampah tersebut dikembalikan lagi kesempatannya semula.

Ari Buntoro, salah satu warga mengungkapkan keluhannya, perpindahan tempat pembuangan sampah yang kini menjadi wabah bau disetiap hari para warga diketahui tidak melakukan musyawarah terlebih dahulu terhadap warga.

“Semula saat setplant pembangunan pasar hinggris pasar berjalan dalam waktu beberapa tahun, tempat pembuangan sampah nya berada di depan, namun tanpa sepengetahuan kami tempat pembuang sampah dipindahkan dibagian belakang pasar yang sangat dekat dengan rumah kami,” ungkapnya di ruang rapat kanan paripurna DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (17/5/2018).

Pria yang juga dipintar oleh seluruh tetangganya sebagai advokasi warga ini mence laskar secara rinci, ia beserta beberapa warga yang lain sudah mendatangi pihak kecamatan untuk mendiskusikan hal ini, namun kedatangan warga sepertimbangan tidak dihiraukan oleh kecamatan.

“Permintaan kami tidak muluk-muluk, kami hanya meminta tempat sampah pasar Kuta Bumi yang sekarang dikembalikan lagi ketempat semula, di depan bagian depan pasar,” jelasnya.

Ia juga sedikit menyinggung norma-norma hukum mengenai sebuahal aturan pembangunan sebuah bangunan ataupun pasar.

“Tindakan ini jelas saja sudah melanggar UU No. 1 Tahun 2011 tentang pembangunan perumahan dan pemukiman, yang mana setiap pembangunan harus menyediakan fasilitas umum dan fasilitas khusus,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Saefullah mengatakan, kehadiranya hearing pihaknya digedung DPRD ini untuk mendengarkan semua keluhan warga dan dengan cepat pihaknya harus sudah bisa untuk menindaklanjutinya.

“Ini yang dipersalahkan warga ialah tempat pembulangan sampah pasar Kuta Bumi yang sangat dekat dengan pemukiman warga, sedangkan untuk sampah warga sendiri sudah kami angkuti setiap 2 kali dalam seminggu, ” katanya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Pasarkemis M Hairul menyambut pernyataan dari warganya, ia menyebutkan perpindahan tempat pembuangan sampah pasar Kuta Bumi tidak melibatkan dirinya.

“Pemindahan tempat pembuangan sampah pasar Kuta Bumi yang saya tahu itu pada tahun 2014, sedangkan saya saja menjabat di Kecamatan Pasarkemis pada tahun 2017,” tegasnya.

Ia juga membeberkan akan kinerja yang sudah pihaknya lakukan dengan UPT Kebersisan dan Dinas akan pengangkutan sampah di wilayah Pasarkemis khususnya di pemukiman warga Rt/Rw 007/012 Perumahan Kutabumi. (Yan)