Home Berita Polresta Berkoordinasi DP3A Tekan Angka Kekerasan Terhadap Anak

Polresta Berkoordinasi DP3A Tekan Angka Kekerasan Terhadap Anak

0

Kejahatan kekerasan terhadap anak di Indonesia masih marak. Kasus kekerasan perempuan dan anak layaknya sebuah gunung es yakni hanya bagian atas yang tampak, sedangkan bagian bawah tidak.

Dengan demikian, bukan hanya peran para orangtua saja yang harus aktif untuk mengakhiri kasus ini, namun diperlukannya keterlibatan semua lapisan masyarakat dalam mencegah dan memberantas kekerasan terhadap perempuan, khususnya terhadap anak di Indonesia.

Oleh karena itu, jajaran Kepolisian Resort Kota  (Polresta) Tangerang terus melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terkait untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan, khususnya anak di Kabupaten Tangerang.

“Kita terus melakukan koordinasi dengan Dinas terkait, untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat khususnya orangtua dan peran serta guru dalam menjaga tunas bangsa ini,” terang Kapolresta Tangerang Kombes Pol M Sabilul Alif kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/5/2018).

Orangtua dan para guru harus lebih mendekatkan diri kepada anak, Kapolres pun mengimbau, agar orangtua dan para guru untuk tidak segan-segan memberikan pemahaman kepada anak akan bagian organ tubuh vital dari si anak jangan sampai disentuh oleh orang asing.

“Khususnya untuk orangtua dan guru dipinta lebih aktif lagi untuk melakukan interaksi kepada anak, lebih sering mengajak anak untuk mengobrol mengenai hal apa saja yang dilakukan oleh anak dari pagi ia berangkat ke sekolah hingga ia tertidur lelap di rumah,” Kapolres mengimbau.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh pihaknya yang terus bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk terus menjaga para tunas bangsa dari predator-predator anak.

Memberantas kejahatan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, dan perlu diingat bahwa Indonesia merupakan negara yang memplopori untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak di Swedia pada beberapar bulan lalu, yang dsepakati oleh 67 negara.

Konferensi yang dipelopori oleh Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Swedia dan bekerja sama dengan Kemitraan Global untuk Mengakhiri Kekerasan Terhadap Anak-anak dan Aliansi Global WePROTECT.

Konferensi ini bertujuan untuk menunjukkan kepemimpinan, membangun keberpihakan politik dan meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana mencegah, mendeteksi dan mengatasi kekerasan terhadap anak-anak sebagai sebuah prioritas global yang ditetapkan pada tahun 2030 Agenda untuk Pembangunan Berkelanjutan. (Yan)