Home Berita Menhan: Negara Adidaya Dukung Our Eyes Initiative Berantas Sel-Sel Terorisme

Menhan: Negara Adidaya Dukung Our Eyes Initiative Berantas Sel-Sel Terorisme

0

Menteri Pertahanan RI Ryamizard bertemu Menteri Alutsista Inggris Guto Bebb Farnborough dan Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson, Senin (16/7/18) dalam acara Farnborough Air Show 2018 di Inggris.

Dalam pertemuan tersebut Menhan Ryamizard didampingi Duta Besar Indonesia untuk Inggris Rizal Sukma, Kabaranahan Kemhan Laksda Agus Setiaji, Karo TU Kemhan Brigjen Yudhy Chandra dan Atase Pertahanan Indonesia untuk Inggris Kolonel Rui Duarte.

Menhan Ryamizard megatakan, Indonesia memandang positif kerjasama pertahanan bilateral antara Republik Indonesia dan Kerajaan Inggris dalam berbagai bidang, dimana Indonesia juga telah memiliki MoU Kerjasama Pertahanan yang yang disahkan pada tahun 2012.

MoU tersebut merupakan payung hukum peningkatan kerjasama bidang pertahanan di berbagai bidang yaitu bidang pengadaan alutsista, kerjasama Intelijen, peningkatan kapasitas dan kapabilitas personel militer Indonesia, maupun dukungan Inggris atas upaya Indonesia dalam mengatasi perkembangan ancaman DAESH atau ISIS di kawasan.

Menurut Menhan Ryamizard, sebagai wujud komitmen Indonesia dalam membangun kerjasama Industri Pertahanan dengan Inggris, Indonesia telah membeli beberapa Alutsista buatan Inggris. Alutsista yang dibeli diantaranya Hovercraft dari perusahaan Griffon dan dibeli beberapa buah lagi untuk mendukung operasi mengejar Teroris di Laut Sulu dan Mindanao dalam Kerangka Trilateral Indonesia-Malaysia dan Filipina.

Selain itu, lanjut Ryamizard, pengadaan Rudal Star Streak pengganti Rapier, Rudal Arhanud (Shorad Missile) dan kerjasama perbaikan dan pemeliharaan kapal KRI Fatahillah yang merupakan kerjasama Kemhan dengan perusahaan ULTRA Inggris.

“Kedepan, pengadaan Alutsista Indonesia akan diarahkan untuk mengatasi ancaman Nyata khususnya ancaman terorisme dan bencana alam. Sifat alamiah dari ancaman-ancaman terorisme tersebut adalah tidak mengenal batas negara; tidak mengenal waktu serta tidak memilih korbannya ” beber Ryamizard.

Menhan Ryamizard melanjutkan di berbagai belahan di Dunia (across the globe) sedang menghadapi potensi ancaman yang sangat-sangat Nyata yaitu bahaya ancaman Terorisme dan radikalisme generasi ketiga paska Al-Qaeda dan paska DAESH yang telah dihancurkan di Timur Tengah (Irak dan Syria).

Diungkapkan Menhan, sifat dasar ancaman terorisme generasi ketiga ini adalah berevolusinya ancaman dari yang bersifat tersentralisasi menjadi terdesentraisasi, yang menyebar keseluruh belahan dunia setelah kekalahan ISIS di Timur Tengah yang kemudian menyebar ke wilayah Afrika, Eropa dan ASIA Timur serta Asia Tenggara pada khususnya.

Ciri khusus lainnya dari ancaman terorisme generasi ketiga ini, tambah Menhan adalah kembalinya para pejuang ISIS (Foreign terrorist Fighter) dari Timur tengah. Berdasarkan data Intelijen Kemhan ada sekitar 31.500 pejuang ISIS asing yang bergabung di Syria dan Irak dari jumlah tersebut 800 berasal dari Asia Tenggara serta 400 dari Indonesia.

Dikatakan, ancaman radikal dan terorisme generasi ketiga ini memiliki sifat-sifat alamiah yaitu berbentuk desentralisasi kedalam wilayah propinsi-propinsi, berbentuk sel-sel tidur, operasi berdiri sendiri (lone wolf), radikalisasi dengan online, media sosial dan penggunaan teknologi canggih.

“Baru-Baru ini saya mendapat informasi bahwa ISIS akan bergabung dengan AL-Qaeda dan akan membangun sel-sel terorisme di 100 negara termasuk Indonesia dan Inggris.Hal ini patut kita waspadai sebagai ancaman bersama yang harus kita hadapi bersama-sama,” terang Ryamizard.

Menurutnya, kunci utama dalam merespon terhadap ancaman tersebut adalah sebuah komitmen bersama yang dibangun melalui mekanisme kerjasama keamanan bilateral maupun multilateral yang lebih konkret dan tepat sasaran.

Menhan menjelaskan, Indonesia bersama Filipina dan Malaysia telah mengambil langkah-langkah kerja sama yang konkrit melalui pembentukan platform kerja sama Trilateral di Laut Sulu yang diisi dengan kegiatan patroli bersama yang terkordinasi baik di laut maupun udara.

“Kedepan, saya telah mengambil inisiatif untuk meningkatkan kerjasama trilateral di Laut Sulu ke level yang lebih konkret dengan merencanakan operasi patroli
darat bersama Trilateral guna memporak-porandakan kelompok Teroris di lapangan khususnya di wilayah Filipina Selatan,” ujarnya.

Untuk lebih memperkuat sistem pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi berkembangnya ancaman ISIS di kawasan, Menhan Ryamizard telah mengeluarkan satu inisiatif platform kerja sama baru yaitu konsep kerjasama pertukaran intelijen strategis dengan nama “Our Eyes Initiative” yang telah diresmikan pada 25 Januari 2018.

“Our Eyes Initiative” juga didukung oleh beberapa negara mitra seperti Amerika Serikat, Australia, Rusia dan Jepang yang telah menyatakan keinginannya untuk bergabung.

“Saya juga berharap Inggris dapat mendukung Kerjasama “Our Eyes” ini, sebagaimana hasil pertemuan saya dengan Menhan Galvin Williamson di sela-sela Forum Shangri-La dialog bulan Juni yang lalu, kita telah sepakat untuk bekerjasama dalam bidang Pertukaran Intelijen dan pelatihan personil Intelijen dan pasukan di Inggris,” ucapnya.(MRZ)