Home Bandara Lewati Masa Karantina, Kuda Indonesia Siap Berlomba di Venue Asian Games

Lewati Masa Karantina, Kuda Indonesia Siap Berlomba di Venue Asian Games

0

Setelah melewati masa karantina di Instalasi Karantina Hewan, Stables Arthayasa di Depok Jawa Barat, Kuda asal Indonesia diberangkatkan ke lokasi lomba di Jakarta Equestrian Park, JEP – Pulomas pada Kamis (16/8) dini hari.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Karantina Hewan Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta, drh.Risma Silitonga.

“Dari hasil pemeriksaan di masa karantina, kuda dinyatakan sehat dan siap berlomba,” ujar Risma pada Kamis (16/8/2018).

Terpisah, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian, drh. Agus Sunanto menyatakan bahwa kuda Indonesia dan kuda beberapa negara, seperti Cina, India dan negara lain dengan status kesehatan belum setara dengan standar Equine diseases free zone (EDFZ) yakni melakukan monitoring secara berkala terhadap beberapa penyakit kuda.

Penyakit kuda yang diwaspadai antara lain glanders, dourine, eia, strangles dan equine influenza.

“Kuda asal negara-negara ini harus masuk ke Instalasi Karantina Hewan yang kami awasi. Ini merupakan kewaspadaan equin influenza atau penyakit flu pada kuda,” jelasnya.

Alasan mengapa dikarantina karena status kesehatan khusus penyakit kuda di negara tersebut belum rutin dilaporkan secara mendunia melalui OIE, badan kesehatan hewan dunia tambah Agus.

Sembilan ekor kuda Indonesia tersebut, bakal bergabung dengan 84 kuda dari 14 negara yang sudah siap berlaga di area venue JEP.

Agus menyebutkan, masih ada dua kedatangan kuda asal luar negeri yakni 18 ekor tanggal 19 dan 33 ekor tanggal 31 Agustus.

Rangkaian tindakan karantina salah satunya pengawasan di negara asal dalam pemenuhan persyaratan kesehatan kuda sesuai dengan standar EDFZ.

Sebagai contoh, tindakan karantina ke negara Tiongkok yang telah dilakukan oleh petugas karantina Indonesia untuk memeriksa kegiatan surveilans rutin apa yang sudah otoritas veteriner negara tersebut lakukan terhadap penyakit equidae strategis seperti african horse sickness, glanders, equine infectious anaemia, dourine, venezuellan equine encephalomyelitis dan dibuktikan dengan dokumen yang resmi.

Kemudian memeriksa kelayakan kandang pemeliharaan kuda di instalasi hewan apakah sudah layak dan baik. Dan yang terakhir adalah memeriksa hasil laboratorium terhadap penyakit kuda yang dipersyaratkan dalam EDFZ yaitu Equine Infectious Anemia, Glanders dan Dourine.

Dan rangkaian tindakan karantina hewan di negara asal berlanjut dua kali filter dengan dimasukkannya kuda Indonesia dan kuda tiongkok ke instalasi karantina hewan yang sudah ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian selama kurang lebih 14 hari masa karantina dan dilakukan uji laboratorium ulang konfirmasi terhadap penyakit yang sama.

Menurut Risma, hal ini pun juga berlaku untuk kuda Indonesia karena ini dapat menjadi pembelajaran yang setelah sekian tahun, kita hanya berfokus pada kesehatan hewan di bidang ruminansia dan unggas.

“Ajang Asian Games jadi momen baik untuk dorong agar penyakit kuda dapat masuk dalam aturan sebagai penyakit hewan menular strategis,“ pungkas Risma. (Rmt)