AirNav Indonesia Pimpin Task Force ICAO Asia Pasifik

By
2 Min Read
Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro.

Perum LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) atau AirNav Indonesia kembali menorehkan pencapaian penting di panggung aviasi internasional.

AirNav Indonesia resmi dipercaya memimpin APAC Project 30/10 Task Force yang dibentuk oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk mengawal implementasi efisiensi ruang udara di kawasan Asia Pasifik.

Penunjukan tersebut menempatkan Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, sebagai Chairperson forum strategis ini.

“(Penunjukan) ini mencerminkan kepercayaan negara-negara di kawasan terhadap kapasitas Indonesia dalam memimpin koordinasi lintas negara di sektor navigasi penerbangan,” ujar Setio dalam keterangan resminya yang diterima pada Senin (4 Mei 2026).

Keterpilihan AirNav Indonesia berawal dari nominasi Malaysia, yang kemudian mendapat dukungan penuh dari anggota ICAO Asia Pasifik lain, termasuk Mongolia, Pakistan, Singapura, dan Thailand.

Momentum ini menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam transformasi navigasi udara regional.

Fokus Efisiensi dan Keberlanjutan

Project 30/10 merupakan inisiatif global ICAO yang menekankan optimalisasi jarak antar pesawat (separation minima) untuk meningkatkan kapasitas ruang udara tanpa mengorbankan keselamatan.

Setio menekankan bahwa pendekatan ini berbeda dari pola lama yang mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik.

“Implementasi program ini membutuhkan pendekatan kolaboratif antarnegara dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Fokusnya adalah memastikan efisiensi dapat dicapai tanpa mengurangi aspek keselamatan,” jelasnya.

Selain efisiensi, agenda keberlanjutan juga menjadi sorotan. Optimalisasi ruang udara diyakini mampu mendukung pengurangan emisi dan meningkatkan kinerja lingkungan sektor aviasi.

Tuan Rumah Pertemuan Perdana

Selain itu, AirNav Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah Kick Off Meeting of the APAC Project 30/10 Task Force pada 16–18 Juni 2026 di Tangerang, Banten.

ICAO menyampaikan apresiasi atas kesediaan Indonesia menggelar pertemuan perdana ini. Agenda akan mencakup diskusi isu strategis serta kunjungan ke Jakarta Air Traffic Control Centre (JATSC).

“Kebetulan, AirNav Indonesia saat ini baru saja mengimplementasikan sistem baru, yaitu ATMAS untuk meningkatkan kualitas sistem pelayanan navigasi nasional. Mereka ingin melihat ini,” pungkas Setio Anggoro. (Rmt)

Share This Article