Beranda Berita Anak Ditodong Pelaku Curanmor, Warga Leguti Khawatir Keamanan Lingkungan

Anak Ditodong Pelaku Curanmor, Warga Leguti Khawatir Keamanan Lingkungan

0

Mutia (37), warga Kampung Jombang RT 01/RW 01 Kelurahan Lengkong Gudang Timur (Legutil), Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengkhawatirkan keamanan di lingkungan tempat tinggalnya. Sebab, putra pertamanya KD (17) ditodong senjata api (senpi) pencuri sepeda motor di kediamannya.

Mutia menjelaskan, kejadian na’as tersebut bermula sekira pukul 04.40 WIB. Putranya yang malam itu sedang begadang mendengar ada suara aneh dari luar rumah.

“Dia mendengar pintu garasi kretak-kretek, dikiranya orang mau pergi ke pasar,” jelas Mutia saat ditemui awak media di kediamannya Rabu (9/1/2019).

Adanya rasa kecurigaan, lanjut Mutia, kemudian anaknya mengintip dari jendela dan tampak terlihat ada orang di luar dan ia membuka buka pintu ternyata pintu trali besi dikunci dari luar oleh pelaku. Dimana kunci pintu tersebut posisinya di luar kalau anaknya sedang begadang. “Saya kebangun ketika mendengar dia teriak ayah motor ayah,” cerita Mutia.

Dengan adanya kejadian ini, Mutia merasakan sangat khawatir karena lingkungannya mulai rawan dan sebelumnya sekitar 3,5 bulan yang lalu motor putranya juga hendak dicongkel, akan tetapi gagal.

“Yang lama itu gagal dicongkel, ini yang hilang motor Honda Beat baru tiga minggu, itu pun plat nomor belum turun. Lingkungan ini deket sama kantor polisi, saya ingin keamanannya ditingkatkan, dalam sebulan ini sudah ada tiga kejadian, yang saya khawatirin, kejahatannya tidak hanya malam hari tapi juga siang hari rawan,” harapnya.

KD, anak Mutia yang ditodong Senpi, saat diwawancarai, ia mengaku bahwa, saat kejadian ia melihat langsung para pelaku.Mereka menggunakan dua sepeda motor, satu motor berboncengan dengan tiga pelaku dan satu motornya lagi berboncengan dua pelaku. Sementara ciri-ciri pelaku yang menodongnya dengan senjata api, sudah berumur, rambutnya lurus, panjangnya tidak sampai sebahu dan beruban.

“Seperti rakitan, saya tau karena sering main game jadi tau. Kejadiannya itu, pas saya buka pintu rumah saya, posisi pistolnya sudah di kepala saya, dia bilang kalau teriak tembak, saya kaget, tapi reflek nutup pintu dan teriakin ayah saya,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan, bahasa yang digunakan oleh pelaku tidak seperti orang asing melainkan masih orang pribumi. “Logatnya seperti orang dimari,” tukasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho Hadi mengimbau, agar seluruh masyarakat mengutamakan keselamatan, dengan cukup melaporkannya kepada aparat kepolisian. Ia pun mengaku, bahwa pihak kepolisian akan meningkatkan pengamanan di kawasan tersebut.

“Masyarakat agar mengutamakan keselamatan, cukup laporkan ke aparat kepolisian. Informasi dari masyarakat akan sangat berharga bagi proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Saat ini, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Serpong dan dalam penangan pihak berwajib.

“Dan percayakan kepada aparat kepolisian untuk melakukan pengungkapan,” imbuh AKP Alexander Yurikho melalui pesan whatsapnya.(Ban)