Beranda Berita Kebakaran Tewaskan Anak disabilitas, Publik Pertanyaan Perlindungan Anak di Tangsel

Kebakaran Tewaskan Anak disabilitas, Publik Pertanyaan Perlindungan Anak di Tangsel

0

Kebakaran yang menghanguskan 3 unit kontrakan di Gang Sayur Asem, RT14 RW04, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menewaskan seorang anak penyandang disabilitas berinisial ZKA (10).

Kejadian mengenaskan yang terjadi pada Minggu (17/11/2019) menjadi sorotan publik, salah satunya dari lembaga Tangerang Public Transparency Watch (Truth).

Wakil Koordinator TRUTH, Jufry Nugroho mengatakan, dengan adanya kejadian ini, pihaknya mempertanyakan sejauhmana pembinaan dan pengawasan Dinas Sosial Tangsel dan bagaimana tanggung jawab Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Tangsel yang mengklaim memiliki satgas sampai ke tingkat RW/RT untuk perlindungah anak namun masih ada anak yang tewas dengan mengenaskan akibat di pasung.

“Tentu hal ini menjadi kado pahit di usia Tangsel yang menginjak usia 11 Tahun sekaligus bukti ketidakmampuan pihak terkait dalam menjalankan tugas fungsinya,” jelasnya, Selasa (19/11/2019).

Menurut Jufry, penghargaan Kota Layak Anak hanya sebatas omong kosong, sebab tidak ada implementasi yang jelas.

“Sementara, didalam undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 mengamanatkan bahwa setiap anak berhak atas hak-hak agar dapat hidup serta mendapatkan jaminan kesehatan dan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik,mental spriritual dan sosial serta setiap anak yang cacat berhak memperoleh rehabilitasi,bantuan sosial dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya pun mempertanyakan bagaimana koordinasi Pemkot Tangsel dengan perangkatnya sampai tingkat terbawah dengan kejadian tersebut.

“Tentu hal ini harus mendapat perhatian serius dari Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, kami juga mendesak DPRD Tangsel untuk memanggil OPD atas kejadian tersebut untuk menjelaskan,” tambahnya.

Senada, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Tangsel, Isram Alfa Edizon, mengetahui adanya kejadian anak disabilitas tewas terpanggang akibat terjadi kebakaran dirumah Kontrakan di Kecamatan Setu pihaknya prihatin.

Isram menanggapi, dengan adanya kejadian ini, Kota Tangsel mendapat predikat Kota Layak Anak harus dikaji lagi dan dievaluasi kembali pemberian predikat kota layak itu karena tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

“Kita sebagai warga Tangsel patut berbangga, berbahagia dan senang, Kota Tangsel mendapat predikat Kota layak Anak. Namun dengan maraknya terjadi peristiwa yang menimpa anak di Kota Tangsel seperti sekarang ini, menurut kami Kota Tangsel mendapat Predikat Kota Layak Anak harus di kaji lagi, di evaluasi lagi layak atau tidaknya kalau dilihat dari peristiwa-peristiwa yang menimpa persoalan anak di Tangsel saat ini. Ini perlu dikaji lagi,” tutur Isram.

Ia menambahkan, menurutnya kalau kejadian seperti ini terjadi diwilayah lain mungkin tidak layak mendapat predikat Kota Layak Anak, karena sering terjadi kekerasan atau tindakan yang tidak semestinya anak itu mendapatkannya.

“Seperti kasus kakek yang mencabuli cucunya di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu beberapa bulan lalu. Kedua ada seorang anak yang diperkosa juga oleh ayah tirinya beberapa waktu lalu di Wilayah Ciputat. Nah, itu harusnya sebagai kota layak anak harusnya sudah mampu mengakomodir semua kebutuhan dan kegiatan anak, sehingga tidak terjadi penyimpangan – pemyimpangan lagi,” tukasnya.

Saat dikonfirmasi prihal terkait Kepala Dinas Sosial, Wahyunoto mengatakan sebelumnya, ZKA (Korban) sudah mendapat pelayanan di rumah singgah Dinsos Tangsel selama 7 hari dengan membersihkan, memenuhi kebutuhan gizi dan pakaianya. Saat ingin dikirimkan ke panti sosial Provinsi Banten dalam rangka pelayanan lanjut pihak orang tua tidak mnyetujui dan meminta untuk mengasuh anaknya sendiri.

“Sampai dinsos mendaftarkan proses pengadilan agar hak asuh ZKA bisa diambil alih, namun lagi orang tuanya tidak bersedia menyerahkan,” jelasnya.

Sementara, Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati belum memberikan keterangan prihal terkait meski sudah dikonfirmasi melalui sambungan whatsAppnya. (Ed)