Home Bandara Bandara Soetta Hadirkan Pusat Pengembangan UKM & Start Up di Terminal 3

Bandara Soetta Hadirkan Pusat Pengembangan UKM & Start Up di Terminal 3

0

PT Angkasa Pura II (Persero) mendorong agar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) tidak hanya sebagai tempat naik dan turun pesawat saja namun lebih dari itu juga menjadi pusat kegiatan dan pertumbuhan perekonomian.

Optimalisasi infrastruktur eksisting pun terus dilakukan agar Soekarno-Hatta dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Menyusul hal tersebut, PT Angkasa Pura II melakukan repositioning dan rebranding terhadap kawasan Halal Park di Terminal 3 Soekarno-Hatta menjadi SMMILE (Small, Micro & Medium Business Incubator with Learning and Experience) Center.

SMMILE Center saat ini dikelola langsung oleh anak usaha PT Angkasa Pura II yaitu PT Angkasa Pura Solusi, dan memiliki misi sebagai pusat pengembangan serta aktivitas pelatihan bagi sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Kawasan tersebut diproyeksikan untuk memberikan dukungan bagi pelaku UKM (Small & Medium Enterprise/SME), mulai dari program inkubasi (SME Experience Center), lalu pelatihan (SME Traning Center), hingga pembiayaan (SME Financial Center).

Ketiga program tersebut diatas juga merupakan salah satu upaya PT Angkasa Pura II Group untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif khususnya untuk sektor Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah di bandara-bandara yang dikelolanya.

Plt. Direktur Utama PT Angkasa Pura Solusi, Yundriati Erdani mengatakan, program pengembangan di SMMILE Center menjangkau UKM konvensional hingga UKM Digital atau Digital Start Up. Selain sebagai pusat inkubasi, pelatihan dan pembiayaan UKM, kawasan SMMILE Center juga menjadi area pemasaran produk dan jasa UKM.

“Soekarno-Hatta adalah bandara tersibuk di Indonesia dengan pergerakan penumpang pesawat mencapai 60-70 juta penumpang per tahun sehingga memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan UKM,” kata Yundriati, Minggu (24/11/2019).

“Kami berupaya agar UKM termasuk start up bisa berkembang dan tumbuh secara profesional serta berkelanjutan. Sejumlah strategi sudah disiapkan agar upaya kami tercapai,” tambahnya.

Salah satu strategi adalah dengan membuka peluang kerja sama dengan Santri Millennial Center (SIMAC). Adapun PT Angkasa Pura Solusi dan SIMAC telah menandatangani nota kesepahamam (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah awal dalam bekerja sama di SMMILE Center.

“Kolaborasi antara PT Angkasa Pura Solusi dan SIMAC dapat menjadi nilai lebih bagi SMMILE Center untuk mengembangkan UKM di bidang ekonomi kerakyatan berbasis keumatan,” jelas Yundriati.

PT Angkasa Pura Solusi saat ini juga tengah membahas strategi guna menjadikan SMMILE Center sebagai pusat pengembangan UKM Digital atau start up sejalan dengan semangat PT Angkasa Pura II yang mengkampanyekan digitalisasi di setiap area pelayanan dan operasional kebandarudaraan.

Dari sisi ritel, SMMILE Center akan menjadi pusat penjualan sembako murah dengan target pasar individu dan korporasi.

Adapun Kawasan SMMILE Center terletak di area seluas 8.000 meter persegi dengan 40 tenant modular yang dapat digunakan pelaku bisnis memasarkan produk dan jasa. Di area tersebut juga tersedia Coworking Space (APSPACE) untuk tempat pelatihan bagi UKM dalam rangka perluasan akses pasar melalui digitalisasi UKM.

Selain itu, juga tersedia area plaza untuk kegiatan promosi, demo produk dan event event pemasaran bagi pelaku UKM. Dalam waktu dekat, juga akan dibangun fasilitas pusat pembiayaan finansial bagi pelaku UKM yang akan bekerja sama dengan salah satu pihak Perbankan.

Tidak ketinggalan, implementasi konsep O2O (offline to online) dengan platform digital juga sedang dikembangkan sehingga nantinya produk produk dan layanan di SMMILE Center dapat juga di akses secara online melalui aplikasi Indonesia Airports Mobile App dan via media sosial. (Rmt)